Survei LSI: Milenial Lebih Memilih Prabowo-Sandi, Jokowi Unggul di Pemilih Usia 30 Tahun ke Atas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon Presiden-Wakil Presiden dalam Pilpres 2019. Elektabilitas paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf unggul di 56,8-63,2 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandi sekitar 36,8 -43,2 persen.

“Tampilan angka elektabilitas masing-masing pasangan calon dibuat dalam bentuk range elektabilitas karena LSI telah memperhitungkan angka elektabilitas masing-masing capres dengan margin of error survei dan asumsi golput yang terjadi secara proporsional,” kata Ardian Sopa dalam rilis survei bertema ‘Jokowi di Ambang Dua Periode?’, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4).

Survei yang dilakukan pada tanggal 18-26 Maret 2019 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi yang dipilih dengan metode multistage random sampling tersebut, juga mensurvei elektabilitas paslon di berbagai kantong pemilih atau segmen.

Pada segmen usia, mereka yang usianya di bawah 19 tahun atau kalangan milenial, lebih memilih pasangan Prabowo-Sandi dibanding pasangan Jokowi-KH Ma’ruf.

“Dukungan Jokowi-Maruf sebesar 43,1 sampai 49,5 persen, sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 50,5 sampai 56,9 persen,” ungkap Ardian.

Sementara pada pemilih usia dari 20 sampai 29 tahun, kedua pasangan calon bersaing ketat. Dukungan terhadap pasangan Jokowi-KH Ma’ruf pada segmen ini sebesar 48,3-54,7 persen, untuk Prabowo-Sandi sebesar 45,3-51,7 persen.

Di segmen usia diatas 30 tahun, yang terdiri dari usia 30-39 tahun, 40-49 tahu, dan usia di atas 50 tahun, pasangan Jokowi-KH Ma’ruf meraup eletabilitas yang dominan dibanding Prabowo-Sandi.

“Di segmen usia di atas 30 tahun (30-39, 40-49, dan di atas 50 tahun), Jokowi-KH Maruf unggul jauh,” kata Ardian.

Misalnya, ungkap Ardian, di pemilih yang berusia 30 sampai 39 tahun, Jokowi-KH Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 56,3 sampai 62,7 persen.

“Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih usia ini sebesar 37,3 sampai 43,7 persen,” ungkapnya.

Pada pemilih usia 40-49 tahun elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf unggul di 59,3-65,7 persen, berbanding Prabowo-Sandi di 34,3-40,7 persen.

Di segmen pemilih berusia sama dengan dan diatas 50 tahun, Jokowi-KH Ma’ruf menang telak dengan 61,6-68 persen, berbanding Prabowo-Sandi di 32-38,4 persen.

Elektabilitas paslon berdasarkan usia pemilih. (Rilis survei LSI Denny JA 2 April 2019)

Survei LSI ini dilakukan dengan wawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner, dan Margin of error survei sebesar 2,8 persen.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.