SERUJI.CO.ID – Siapa sangka, saham yang bertahun-tahun berstatus tersuspensi dan nyaris dihapus dari bursa, hari ini justru menjadi bintang di tengah kepanikan pasar. Pada sesi I perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, saham PT Danasupra Erapacific Tbk dengan kode emiten DEFI melonjak hingga 26,58 persen.
DEFI salah satu saham dengan penguatan terbesar di Bursa Efek Indonesia saat IHSG masih tertekan sentimen geopolitik global. Apa yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan dramatis ini?
🏢 Profil PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI)
PT Danasupra Erapacific Tbk didirikan pada tahun 1994 dan mulai beroperasi setahun kemudian, tepatnya pada 1995. Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2001. Berkantor di Tower B Lantai 3, 18 Parc Place SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190/
DEFI awalnya bergerak di bidang sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan pembiayaan konsumen. Produk layanannya mencakup pembiayaan kendaraan baru dan bekas, pembiayaan properti, pembiayaan alat berat untuk pertambangan dan perkebunan, serta pembiayaan multiguna.
🔄 Transformasi Besar: Dari Multifinance Menuju Holding Investasi
Babak baru dalam sejarah DEFI dimulai dari sebuah krisis. Pada Agustus 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha pembiayaan DEFI. Hal itu diambil lewat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-39/D.05/2022, karena perseroan dinilai gagal memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp100 miliar.
Sebelumnya, izin usaha telah dibekukan sejak 31 Desember 2021. Dengan pencabutan izin itu, DEFI resmi dilarang menjalankan kegiatan pembiayaan dan dilarang menggunakan kata “finance” atau “pembiayaan” dalam nama perusahaan.
Alih-alih menyerah, manajemen DEFI memilih jalan transformasi. Berdasarkan Annual Report 2024 dan keterbukaan informasi kepada BEI (April 2025), perseroan secara aktif menjalani transformasi fundamental dari perusahaan pembiayaan menjadi entitas holding investasi.
Perseroan mendirikan subholding PT Ramajaya Mitra Karya (RMK) sebagai kendaraan investasi strategis, dan mulai membangun dua entitas bisnis baru di sektor media dan Food & Beverage (F&B). Langkah pemulihan ini berhasil — BEI mencabut suspensi perdagangan saham DEFI pada April 2025, yang menjadi tonggak penting kebangkitan perseroan.
Lebih jauh, dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada 16 April 2025, manajemen mengungkapkan peta jalan jangka panjang yang ambisius:
-
- mengalihkan kepemilikan saham Grup Kresna (PT Quantum Clovera Investama 14,47% dan PT Asuransi Jiwa Kresna 23,57%) kepada investor strategis baru;
- melakukan rebranding dengan mengubah nama dan fokus bisnis ke sektor layanan kesehatan dan investasi; serta
- melaksanakan rights issue untuk memperkuat struktur permodalan. Per 10 Maret 2026, ketiga rencana besar ini belum seluruhnya terealisasi — dan spekulasi atas realisasinya inilah yang kerap memicu volatilitas harga DEFI di bursa.
