Konsistensi Penegakan Aturan dalam Melindungi Pasar dan Usaha Rakyat dari Serbuan Swalayan

Oleh: Ferry Koto, pemerhati dan praktisi Koperasi dan UMKM

Pendirian Toko Swalayan pun harus menyertai hasil penilain tim independen berupa analisa dampak didirikannya pasar Swalayan. Analisa Tim penilai ini melibatkan warga dan pelaku usaha sekitar tempat Toko Swalayan akan didirikan[10].

Sangat jelas semangat dari Perda ini adalah agar keberadaan Toko Swalayan tidak membuat mati usaha rakyat yang sudah ada di daerah dimana Toko Swalayan didirikan.

Lokasi pendirian Toko Swalayan juga ditentukan dengan ketat, menyesuaikan dengan Lebar jalan ditempat rencanan Toko Swalayan berdiri, dengan ketentuan sebagai berikut[11];

  1. Lokasi Minimarket, lebar jalan paling sedikit 8 meter,
  2. Lokasi Departemen store dan Supermarket, lebar jalan paling sedikit 10 meter,
  3. Lokasi Hypermaket dan Perkulakan, lebar jalan paling sedikit 12 meter.

Selain pengaturan pendirian dan perizinan yang harus dipenuhi, dalam Perda 8/2014 juga mewajibkan Toko Swalayan melakukan kemitraan dengan pelaku usaha UMKM[12] dilokasi didirikannya Toko Swalayan.

Kemitraan dilakukan dalam bentuk [13];

  1. Kerjasama pemasaran barang produk UMKM di Toko Swalayan
  2. Penyediaan lokasi usaha untuk UMKM di area penjualan Toko Swalayan, tanpa dipungut biaya dengan luasan antara 1% sampai 2% area penjualan, dan/atau
  3. Penyedian pasokan bagi toko, warung atau pengecer didaerah sekitar dengan harga distributor.

Jam Operasional Toko Swalayan pun diatur agar tidak membawa dampak buruk pada masyarakat sekitar dan mengganggu ketetangan masyarakat[14]. Demikian juga tenaga kerja, diutamakan yang berasal dari daerah sekitar lokasi Toko Swalayan[15].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

close