Konsistensi Penegakan Aturan dalam Melindungi Pasar dan Usaha Rakyat dari Serbuan Swalayan

Oleh: Ferry Koto, pemerhati dan praktisi Koperasi dan UMKM


Perda No. 8/2014 Untuk Melindungi Pasar Rakyat dan Pedagang Kecil

Menyikapi perkembangan Toko Swalayan dan makin terdesaknya pelaku usaha disektor UMKM dan pasar rakyat, pemerintah kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, membuat Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Swalayan di kota Surabaya[4]. Tujuan dikeluarkannya Perda tersebut diantaranya untuk melindungi pasar rakyat dan jenis usaha UMKM[5].

Diharapkan dengan adanya Perda ini perkembangan Toko Swalayan dapat dikendalikan dan ditata agar kehadirannya tidak merugikan Pasar Rakyat dan pelaku usaha UMKM. Lebih jauh dari itu, diharapkan ada sinergi antara Toko Swalayan dengan Pasar Rakyat dan pelaku usaha UMKM.

Dalam Perda ini Toko Swalayan diklasifikasikan berdasarkan luas area penjualannya[6] :

  1. Minimarket, dengan luas lantai kurang dari 400m2
  2. Supermarket, dengan luas lantai 400m2 hingga 5.000m2
  3. Hypermarket dan Perkulakan, dengan luas lantai diatas 5.000m2
  4. Departemen, dengan luas lantai diatas 400m2

Dari jenis barang yang dijual, kelima jenis Toko Swalayan ini diklasifikasikan sebagai berikut[7];

  1. Minimarket, Supermarket dan Hypermarket menjual secara eceran barang konsumsi terutama produk makanan dan/atau produk rumah tangga lainnya,
  2. Departemen Store, menjual secara eceran barang konsumsi terutama produk sandang dan perlengkapannya dengan penataan berdasarkan jenis kelamin dan/atau usia konsumen.
  3. Perkulakan menjual secara grosir barang konsumsi.

Perda 8/2014 bermaksud memberikan perlindungan kepada pasar rakyat dan pelaku usaha UMKM dari keberadaan Toko Swalayan. Perda ini mengatur mulai dari perencanaan, pembukaan, hingga pengoperasian Toko Swalayan.

Melalui penerapan Perda ini diharaplan keberadaan Toko Swalayan tidak merugikan keberadaan Pasar Rakyat dan pelaku usaha UMKM.

Lokasi pendirian Toko Swalayan diatur agar tidak mematikan usaha rakyat. Lokasi Toko Swalayan tidak boleh berada di lokasi yang sudah banyak berdiri warung-warung atau dekat dengan lokasi Pasar Rakyat[8]. Jarak antara Toko Swalayan dengan pasar rakyat yang sudah ada paling sedikit 500 meter[9].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close