Pembaca Al-Quran (ilustrasi)

MUTIARA KETIGA, Toleransi, Jangan Ada Paksaan dalam Agama

Surat: Al Maidah, Ayat 48

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Surat: Al Baqarah: 256

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Saya garis bawahi dari dua surat itu: manusia memang diciptakan untuk beragam. Berlomba dalam kebaikan. Dan tak ada paksaan dalam agama.

Semakin modern sebuah zaman, semakin ia beragam. Langkah selanjutnya bukan menyeragamkan, tapi mencari titik temu untuk hidup bersama dalam damai.

Itu hanya terjadi jika ada keikhlasan menerima keberagaman. Tentu dakwah tentang kebajikan bukan saja dibolehkan tapi sangat direkomendasikan. Tapi tak boleh ada paksaan dalam meyakini sesuatu.

Hanya hukum nasional yang boleh dipaksakan. Dan paksaan itu hanya persoalan kriminal saja. Berpikir berbeda, punya cita cita sosial yang berbeda, punya keyakinan berbeda, itu bukan kriminal.

MUTIARA KEEMPAT: Derma, Sedekah, Bantu mereka yang lemah

Surat: Ali Imran ayat 92

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Surat Al-Bawarah Ayat 215

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Ini sudah menjadi hukum besi sejarah. Dimanapun, kapanpun; sistem apapun yang diterapkan, selalu lahir mereka yang lemah dan tak beruntung.

Setiap individu juga mahluk sosial. Ia punya kuasa, sekecil apapun untuk ikut membentuk lingkungan sosialnya. Pada gilirannya lingkungan sosial itu ikut membentuknya kembali.

Berderma, bersedekah, membantu mereka yang kurang beruntung, satu satunya cara masyarakat secara bersama untuk survive. Akan lebih tinggi lagi kualitas bantuan itu jika dilakukan atas kesadaran sendiri, yang dilandasi rasa kasih sayang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama