SERUJI.CO.ID – Kabar manis datang dari emiten roti terbesar Indonesia. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk resmi menetapkan pembagian dividen tunai Rp80,04 per saham, total Rp450 miliar, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang digelar Selasa, 7 April 2026.
Dengan harga saham ROTI di kisaran Rp745–Rp805 saat itu, dividend yield mencapai 9,94%–10,7%, tergolong jumbo untuk saham konsumer. Tapi itu bukan satu-satunya kejutan: ROTI juga resmi merambah bisnis pakan ternak! Saham dengan kode ROTI ini rupanya punya lebih dari sekadar roti tawar.
🍞 Profil PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah produsen roti terbesar di Indonesia berdasarkan kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Perseroan didirikan pada tahun 1995 dan berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Produk andalannya adalah roti bermerek Sari Roti yang telah menjadi merek roti paling dikenal di Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Saat ini ROTI mengoperasikan enam unit bisnis yang menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan: Sari Roti (roti tawar dan roti manis), Sari Kue (kue dan pastri), Sari Choco (produk cokelat), Indosari Food Solutions (solusi pangan untuk institusi dan ritel modern), jaringan distribusi yang menjangkau seluruh nusantara, serta segmen ritel langsung. Strategi ini dikenal sebagai “growth beyond bread”, ROTI tidak mau hanya menjadi perusahaan roti semata. Total karyawan perseroan mencapai sekitar 5.656 orang, menjadikannya salah satu perusahaan FMCG padat karya terbesar di Indonesia.
ROTI juga beroperasi di Filipina melalui anak usahanya, menjadikannya salah satu perusahaan roti Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional. Perseroan merupakan bagian dari ekosistem bisnis Grup Salim, konglomerasi terbesar di Indonesia yang juga menaungi Indofood, Indomaret, dan puluhan entitas bisnis lainnya.
👥 Struktur Pemegang Saham ROTI
Berdasarkan data KSEI per 27 Februari 2026, berikut susunan pemegang saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang memiliki kepemilikan di atas 1 persen:
| No | Nama Pemegang Saham | Tipe | Jumlah Saham | % |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT Indoritel Makmur Internasional Tbk | Pengendali | 1.594.467.000 | 25,77% |
| 2 | Demeter Indo Investment Pte. Ltd (Singapura) | Asing | 1.370.798.546 | 22,16% |
| 3 | Bonlight Investments Limited (British Virgin Islands) | Asing | 1.285.984.899 | 20,79% |
| 4 | PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (saham tresuri) | Treasury Stock | 564.213.400 | 9,12% |
| 5 | Pasco Shikishima Corporation (Jepang) | Asing | 525.864.777 | 8,50% |
| 6 | Lief Holdings Pte. Ltd (Singapura) | Asing | 375.033.700 | 6,06% |
| 7 | DBS Bank Ltd S/A Albizia Asean Opportunities Fund (UK) | Asing | 122.685.011 | 1,98% |
| 8 | Landwell Properties Inc. (Cayman Islands) | Asing | 112.225.966 | 1,81% |
| 9 | Masyarakat / Publik | Publik | — | 3,81% |
| TOTAL | 100,00% | |||
Struktur kepemilikan ROTI mencerminkan ekosistem bisnis yang kompleks dan multinasional. PT Indoritel Makmur Internasional (entitas Grup Salim) menjadi pengendali domestik terbesar dengan 25,77%. Menariknya, tiga entitas asing dari Singapura, British Virgin Islands, dan Jepang (Pasco Shikishima, mitra teknologi roti asal Jepang) bersama-sama menguasai lebih dari 57% saham. Perseroan sendiri memegang 9,12% sebagai saham tresuri hasil program buyback. Float publik hanya 3,81%, sangat kecil untuk ukuran emiten sebesar ROTI.
