Pembaca Al-Quran (ilustrasi)

MUTIARA KETUJUH: rekomitmen pada jalan yang lurus lagi dan lagi

Surat: AlFateha, ayat 6 dan 7

Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Surat ar-Radu, Ayat 28

orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Surat Al-Ankabut Ayat 45

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Komitmen pada kebaikan itu harus terus menerus diperbarui. Godaan dan tantangan datang setiap saat. Komitmen untuk tidak tergoda dan hanya ingin jalan yang lurus harus pula ditetapkan terus menerus.

Mengingat Allah secara rutin menjadi cara untuk rekomitmen (berkomitmen lagi dan lagi). Setiap individu perlu punya mekanisme (shalat) yang dilakukan terus menerus, agar semakin ingat dan semakin mendalami, pilihan untuk hidup lurus.

MUTIARA KEDELAPAN: Bersyukurlah

Surat Luqman, Ayat 12

….”Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Realitas apapun yang tersaji dihadapan kita, ia adalah sinerji dan hasil saling pengaruh puluhan variabel. Bahkan jauh lebih banyak hadir variabel yang di luar kontrol. Kita lahir, menjadi pria atau wanita, lahir dari orang tua tertentu, di lingkungan dan zaman tertentu, itu bukan kita yang pilih.

Rasa bersyukur atas realitas apapun yang datang itu pilihan cerdas agar kita berdamai dengan realitas. Terus berjuang untuk yang lebih baik di depan, bukan penghalang bagi kita untuk bersyukur atas apa yang sudah ada.

Apalagi sudah banyak riset dalam positive psychology yang menunjukkan berapa rasa bersyukur itu membuat hidup lebih bahagia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama