Pembaca Al-Quran (ilustrasi)

Ini sepuluh mutiara yang saya temukan selama menyelami 30 Juz Alquran sepanjang 30 malam Ramadhan. Bagi saya pribadi, 10 mutiara ini sudah cukup menjadi pedoman hidup selaku individu, atapun sebagai aktivis yang memiliki cita cita sosial. Sebanyak 10 mutiara ini sudah mampu membuat hidup saya bermakna, berbahagia dan berjuang.

MUTIARA PERTAMA, Prinsip Tauhid: Bebaskan Diri Dari Tuhan- Tuhan Kecil

Surat Ali Imran Ayat 18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Evolusi tertinggi seorang individu, ia tumbuh menjadi manusia yang mulia. Itu hanya terjadi jika ia tak lagi menghamba kepada tuhan tuhan kecil. Harta, kuasa, tokoh, ideologi dapat menjadi tuhan tuhan kecil jika kita kalahkan prinsip kemanusiaan untuk mencapainya.

Dengan prinsip Tauhid, kita hanya berorientasi pada Tuhan yang serba maha, yang adil (Maha Adil), yang penuh kasih (Maha kasih), yang berpengetahuan (Maha Tahu), yang mampu (Maha kuasa), dan sebagainya.

Inilah perjalanan tertinggi rohani seorang individu. Ia mencoba mendapatkan percikan sinar ilahi agar dalam hidupnya juga menjadi adil, kasih, berpengetahuan, mampu mengelola perjalanan diri dan amanah.

MUTIARA KEDUA, Tegakkan Keadilan, Walau Langit Runtuh

Surat: An- Nisaa: 135

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Ini perintah keras untuk adil bahkan terhadap orang dekat sekalipun. Tak ada pengaruh yang lebih kuat dibandingkan spirit orang banyak agar ditegakkannya prinsip keadilan.

Sejarah mencatat. Begitu banyak super power, kekuasaan raksasa pada waktunya hancur berantakan. Itu terjadi jika ada kezaliman, ada ketidak adilan terjadi.

Dimanapun dan kapanpun kita hidup, jika terasa ada ketidak adilan di sana, siapapun yang penyebabnya, walau langit runtuh, bersiaplah untuk katakan: TIDAK !!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama