Berapa Lama Perang Ini? Risiko AS & Israel Melawan Iran

⚠️ RISIKO BAGI ISRAEL

1. Serangan Rudal Balistik Langsung ke Wilayah Israel

Meskipun Israel dan AS sudah menghancurkan 35–45 persen stok rudal jarak menengah Iran pada Juni 2025, Iran dilaporkan sudah merekonstruksi stok rudal jarak menengahnya ke level sebelum perang. Menurut Critical Threats Project, Iran memiliki ratusan rudal yang masih bisa menjangkau seluruh wilayah Israel.

Israel sudah mengaktifkan darurat nasional penuh dan sistem Iron Dome, David’s Sling, serta Arrow 3 sudah dalam posisi siaga. Namun sistem pertahanan ini tidak bersifat hermetic — IDF sendiri sudah memperingatkan publik bahwa “pertahanan tidak bersifat hermetis.”

2. Front Utara: Hezbollah

Meski Hezbollah sudah jauh dilemahkan — AS dan Israel menilai bahwa saat perang 12 hari Juni 2025, Hezbollah memilih untuk tidak bergerak — kali ini situasinya berbeda. Sekjen Hezbollah Naim Qassem sudah menyatakan kelompoknya “tidak netral.” Serangan dari Lebanon Selatan ke Israel Utara bisa membuka front kedua yang sangat melelahkan secara militer dan sipil.

3. Serangan Teror dari Dalam

Alma Research Center memperingatkan bahwa Iran dan proksinya bisa mengaktifkan sel-sel teror yang sudah ditanam di dalam Israel — termasuk melalui jaringan yang disusupi dari Tepi Barat dan Gaza — untuk melancarkan serangan sabotase ke infrastruktur dalam negeri Israel.

4. Isolasi Diplomatik

Sejumlah negara Arab dan Eropa sudah mulai mengkritik serangan ini. Jika opini internasional berbalik tajam, Israel bisa menghadapi tekanan sanksi atau isolasi diplomatik yang mempersulit operasi jangka panjang. Sejauh ini reaksi Eropa masih terbagi.


🌍 DAMPAK LEBIH LUAS: APA YANG DIPERTARUHKAN DUNIA?

Konflik ini bukan hanya tentang Iran, AS, dan Israel. Setidaknya ada tiga dampak global yang sudah terasa bahkan sebelum serangan hari ini resmi dimulai: harga minyak melonjak ke level tertinggi enam bulan terakhir, pasar keuangan global bergejolak, dan lebih dari dua lusin negara sudah mengevakuasi warga mereka dari Iran dan Israel.

China, yang memiliki kepentingan energi besar di Iran, dan Rusia, yang menjadi pemasok teknologi militer, juga akan menjadi variabel kritis dalam dinamika selanjutnya.

PBB, Uni Eropa, dan negara-negara Teluk sudah menyerukan penghentian segera eskalasi. Namun dengan Trump yang menyebut operasi ini “massive and ongoing,” dan Netanyahu yang secara terbuka menyerukan pergantian rezim di Teheran, pintu menuju de-eskalasi cepat tampak masih jauh.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER