Berapa Lama Perang Ini? Risiko AS & Israel Melawan Iran

📊 ANALISIS MENDALAM — Berdasarkan data real-time dari CNN, Al Jazeera, Reuters, CNBC, CBS News,
Middle East Institute, CSIS, Atlantic Council, dan Critical Threats Project (AEI-ISW). Ditulis 28 Februari 2026.

Serangan AS dan Israel ke Teheran hari ini, 28 Februari 2026, bukan terjadi dalam semalam. Ini adalah puncak dari serangkaian eskalasi yang telah berlangsung selama lebih dari delapan bulan — dimulai sejak Israel dan AS menghancurkan fasilitas nuklir Iran dalam Operation Midnight Hammer pada Juni 2025.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perang ini akan terjadi, melainkan: berapa lama, seberapa dalam, dan siapa yang akan keluar dengan lebih banyak luka?


🕐 BERAPA LAMA PERANG INI AKAN BERLANGSUNG?

Berdasarkan pernyataan resmi dan analisis para pakar, terdapat tiga skenario durasi yang paling mungkin terjadi:

Skenario 1 — Konflik Singkat Intens: 7–30 Hari (Paling Mungkin)

Ini adalah skenario yang paling banyak diramalkan oleh analis dari Middle East Institute, CSIS, dan pakar militer mantan Jenderal H.R. McMaster. Dalam skenario ini, AS dan Israel melancarkan kampanye udara besar-besaran yang terkonsentrasi dalam beberapa gelombang — menargetkan infrastruktur rudal, fasilitas nuklir yang dibangun ulang, armada laut IRGC, dan pusat komando. CNN melaporkan bahwa Israel memang sudah mempersiapkan “beberapa hari serangan, bahkan lebih jika diperlukan.”

McMaster sendiri menyatakan bahwa serangan pembuka kemungkinan besar akan bersifat “ekstensif, bukan sekadar sinyal.” Iran akan membalas dengan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan AS di Teluk, namun kapasitas balistik jarak menengahnya sudah berkurang drastis — sekitar 35–45 persen dari stok rudal Iran dihancurkan pada perang 12 hari Juni 2025. Akhirnya, kedua pihak akan kelelahan dan mencapai gencatan senjata yang dimediasi pihak ketiga (kemungkinan Qatar atau Oman).

Skenario 2 — Konflik Regional Meluas: 1–3 Bulan

Jika proksi Iran — terutama Hezbollah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, dan Houthi di Yaman — ikut terlibat aktif, konflik bisa meluas jauh melampaui Iran-Israel-AS. Alma Research Center memperingatkan bahwa Hezbollah, meskipun sudah jauh dilemahkan, masih menyimpan kapasitas serangan ke Israel. Hezbollah sendiri sudah menyatakan tidak akan bersikap netral jika Iran diserang.

Dalam skenario ini, AS terpaksa membuka front tambahan di Irak dan Yaman, sementara Israel menghadapi serangan multi-arah. Durasi bisa mencapai 2–3 bulan sebelum kelelahan militer memaksa semua pihak ke meja perundingan.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER