Pilkada DKI, antara Pemilih Rasional dan Emosional

Pilkada di DKI telah usai. Hasil quick count sudah didapat. Akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Calon nomor 2 yang diharapkan terlempar di putaran pertama malah masuk ke putaran kedua. Adapun hasil perolehannya adalah perolehan 17,07 persen (paslon 1), 42,96 persen (paslon 2), dan 39,97 persen (paslon 3) (data Portal KPU tanggal 18 Februari 2017, pukul 18:45 WIB)

Apa yang terjadi? Kenapa Ahok mendapat perolehan suara diatas paslon yang lain?

Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama telah membangkitkan emosional umat Islam untuk bersatu melakukan perlawanan. Perlawanan ini bukan hanya untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama secara hukum akan tetapi berupaya untuk melakukan perlawanan dalam pilkada.

Sentimen agama dibangkitkan untuk mengembosi calon petahana. Semua komponen digerakkan agar warga Jakarta mengalihkan pilihannya kepada calon lain. Tujuannya bukan tidak agar calon petahana kalah dalam satu putaran.

Berdasarkan data portal resmi Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta, 83,3 persen adalah Islam. Artinya, semua suara umat Islam akan diberikan kepada calon nomor 1 dan nomor 3. Tapi kenyataannya hanya 57,04 persen (dengan asumsi semua Islam) yang memberikan suara kepada paslon nomor 1 dan 3. Sisanya 26,26 persen diberikan kepada paslon nomor 2.

Yang memberikan suaranya kepada paslon nomor 2 adalah mereka yang melepaskan ikatan emosionalnya dengan Islam. Mereka lebih mengedepankan rasional dalam menentukan pilihan. Mereka tidak melihat sesuatu yang menjanjikan di paslon 1 dan 3, mereka melihat paslon nomor 2 lebih rasional dan menjanjikan.

Dengan asumsi pemilih yang menjatuhkan pilihannya kepada Agus-Silvy dan Anies-Sandiaga adalah pemilih emosional, maka dipastikan pada putaran kedua, Anies-Sandiaga akan memenangkan pertarungan.

Tapi kenyataannya tidaklah semua pemilih Agus dan Anies adalah pemilih emosional. Mereka juga ada pemilih yang rasional dan bahkan ada juga swing vote. Mereka-mereka inilah yang harus diantisipasi oleh Anies dalam menghadapi putaran kedua nantinya.

Dalam menghadapi putaran kedua nanti, Anies-Sandiaga harus mengedepankan program-program yang lebih rasional, tidak muluk-muluk. Program yang lebih bisa diterima oleh warga Jakarta, agar warga bisa memberikan kepercayaannya kepada Anies Bawedan dan Sandiaga Uno.

Apakah Anies Bawedan dan Sandiaga Uno bisa memberikan program-program yang rasional? Mari kita tunggu dibabak kedua.

Penulis: Syamsul Arham adalah citizen journalist SERUJI

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berdagang Kemiskinan

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER