Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengrusakan Atribut Demokrat, Sisanya DPO

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Penyidik dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengrusakan bendera dan baliho partai Demokrat. Sedangkan sisanya masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Ada tiga pelaku yang sudah kita amankan dan ditetapkan tersangka,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo, saat menggelar konferensi pers di lobby Mapolda Riau, Pekanbaru, Senin (17/12).

Widodo menyebut tiga pelaku itu antara lain pemuda pria berinisial HS yang beraksi di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Kemudian KS dan NW yang melakukan pengrusakan di kawasan Tenayan Raya.

Kepada polisi, tiga tersangka mengaku melakukan perusakan dengan motif mendapatkan keuntungan. Mereka disuruh oleh seseorang yang hingga kini belum tertangkap.

“Motif pelaku, dikarenakan adanya iming-iming bahwa pelaku akan diberikan uang Rp150 ribu. Tapi uang itu belum diterima mereka,” ungkapnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kata Widodo, kasusnya akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Karena ancamannya lima tahun penjara, jadi bisa ditahan,” ujarnya.

Terkait adanya keterangan kelompok yang merusak atribut partai itu berjumlah 35 orang. Widodo menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih kita lakukan penyidikan, sisanya kita tetapkan sebagai DPO,” paparnya.

Baca juga: Andi Arief Sebut Ada 35 Orang Bayaran Perusak Atribut Demokrat di Pekanbaru

Widodo juga menepis tudingan adanya keterlibatan Polda Riau dalam kasus pengrusakan atribut partai itu.

“Tidak benar isu itu, saya yang memegang kendali disini. Hati-hati bagi yang sembarangan berstatemen. Dugaan keterlibatan Polda harus dibarengi dengan bukti,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa kasus ini sudah selesai, dimana Polresta Pekanbaru sudah bekerja menerima laporan, melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

“Kedepannya, kami berharap kasus ini tidak terulang kembali. Jangan ada masyarakat atau pihak lain yang terprovokasi,” pungkasnya.

Baca juga: Ini Video Pengakuan Perusak Atribut Demokrat yang Disuruh PDIP

Dalam konferensi pers pagi ini, Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Sunarto, Dirkrimum Kombes Hadi Poerwanto dan Dirkrimsus Kombes Gidion Arif Setiawan serta Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close