SERUJI.CO.ID – Siapa sangka, bisnis di balik minuman kekinian yang mendunia ternyata juga bisa menggoyang layar perdagangan saham. Pada sesi I perdagangan Selasa, 21 April 2026, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk dengan kode BOBA melesat 34,91 persen ke level Rp228 dengan nilai transaksi mencapai Rp5,20 miliar.
Emiten produsen bahan baku boba dan minuman kekinian ini menjadi salah satu saham dengan kenaikan paling tajam di BEI hari itu. Tapi lebih dari sekadar aksi spekulasi, ada bisnis nyata dan fundamental yang terus menguat di balik kode saham bernama “BOBA” ini.
🏭 Profil PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA)
PT Formosa Ingredient Factory Tbk didirikan pada 11 April 2016 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2017. Berkantor pusat di Tangerang, Banten, perseroan bergerak di bidang produksi dan distribusi bahan baku makanan dan minuman, khususnya tapioca pearl (boba), topping jelly, popping boba, sirup premium, saus, dan premix powder.
Sahamnya resmi tercatat di BEI pada 1 November 2021 dengan harga IPO Rp280 per saham.
Produk-produk BOBA dipasarkan di bawah merek unggulan Boba King dan telah menjangkau klien domestik dan internasional yang sangat bergengsi. Di dalam negeri, BOBA memasok bahan baku ke nama-nama besar seperti McDonald’s, KFC, Cinema XXI (Excelso), Hoka Hoka Bento, XiBoba, dan ratusan gerai minuman kekinian lainnya.
Di luar negeri, perseroan menjalin kemitraan teknologi dan distribusi dengan Texture Maker Enterprise Co. Ltd dari Taiwan, salah satu pemain terkemuka di industri bahan baku bubble tea global. Perseroan juga merupakan anak usaha dari PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) yang menjadi distributor utama produk-produknya di pasar domestik.
BOBA beroperasi melalui enam lini produk utama: Tapioca Pearl & Boba (produk inti untuk bubble tea), Topping & Jelly (pelengkap minuman dan dessert), Sirup & Saus Premium (untuk kopi, minuman, dan F&B), Premix Powder (bubuk siap pakai untuk minuman dan bakery), Popping Boba (boba berisi cairan buah), serta Solusi Distribusi melalui jaringan mitra distributor nasional dan internasional. Total karyawan perseroan mencapai sekitar 75 orang per 2025.
👥 Struktur Pemegang Saham BOBA
Berdasarkan data KSEI per 27 Februari 2026, berikut susunan pemegang saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk yang memiliki kepemilikan di atas 1 persen:
| No | Nama Pemegang Saham | Tipe / Asal | Jumlah Saham | % |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Hengky Wijaya | Individu – Indonesia | 333.751.100 | 28,88% |
| 2 | PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) | Institusi – Indonesia | 274.000.000 | 23,71% |
| 3 | Texture Maker Enterprise Co. Ltd | Institusi – Taiwan | 172.784.000 | 14,95% |
| 4 | Dewi Irianty Wijaya | Individu – Indonesia | 67.773.900 | 5,86% |
| 5 | Preserved Food Specialty Co., Ltd | Institusi – Thailand | 50.775.000 | 4,39% |
| 6 | Miss Paporn Mahattanobol | Individu – Thailand | 50.775.000 | 4,39% |
| 7 | Pei-Yi Liu (Tammy Liu) | Individu – Taiwan | 39.692.300 | 3,43% |
| 8 | Yunita Sugiarto EW | Individu – Indonesia | 32.544.900 | 2,82% |
| 9 | Bernard Thedyardi | Individu – Indonesia | 29.198.100 | 2,53% |
| 10 | Drs. Surono Subekti | Individu – Indonesia | 24.754.100 | 2,14% |
| 11 | Agnes Wiradian | Individu – Indonesia | 23.420.600 | 2,03% |
| 12 | Chi Yin Peter Wong | Individu – Hong Kong | 16.000.000 | 1,38% |
| 13 | Masyarakat / Publik | Publik | — | 3,49% |
| TOTAL | 100,00% | |||
Struktur kepemilikan BOBA mencerminkan ekosistem bisnis yang multinasional dan erat terjalin. Hengky Wijaya sebagai pendiri memegang kendali terbesar (28,88%), diikuti oleh KMDS (distributor utama, 23,71%) dan Texture Maker Taiwan (mitra teknologi, 14,95%).
Menariknya ada pemegang saham dari Thailand (Preserved Food Specialty + Paporn Mahattanobol, total 8,78%) dan Hong Kong (Peter Wong 1,38%), mencerminkan jaringan bisnis regional yang luas. Float publik hanya 3,49%, sangat kecil, menjadikan BOBA rentan terhadap volatilitas harga yang ekstrem.
