PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Niat berdemo menyuarakan aspirasi berujung protes dari masyarakat kecil. Itulah yang dialami massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (BEM UMRI) saat menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polda Riau, Jalan WR Supratman, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, Jumat (6/3/2026) sore.
Alih-alih mendapat simpati, mereka justru diprotes para pedagang takjil yang merasa dagangan mereka sepi akibat kemacetan yang ditimbulkan oleh aksi tersebut.
⏰ Demo Tepat Saat Jam Jualan Takjil Ramadan
Aksi demonstrasi BEM UMRI berlangsung menjelang waktu berbuka puasa, saat kawasan Jalan WR Supratman dan Jalan Pattimura biasanya dipadati masyarakat yang berburu takjil. Kehadiran massa aksi beserta kerumunan besar yang memenuhi ruas jalan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat parah.

Kemacetan yang terjadi membuat banyak pengendara enggan berhenti untuk membeli makanan berbuka. Akibatnya, para pedagang takjil yang sudah mempersiapkan dagangannya sejak pagi hari mengalami penurunan penjualan drastis. Sebagian besar mengaku dagangan mereka banyak yang tidak terjual hingga menjelang waktu berbuka.
🗣️ Pedagang Datangi Massa Aksi, Situasi Sempat Memanas
Merasa dirugikan, sejumlah pedagang takjil kemudian bergerak mendatangi massa mahasiswa dan secara langsung meminta aksi dihentikan. Salah seorang pedagang, Rahmat (38), mengungkapkan kekecewaannya dengan nada kesal.
“Kalau mau demo silakan saja, tapi jangan di jam orang cari makan. Ini bulan puasa, kami berharap ramai pembeli untuk jualan takjil. Gara-gara demo ini jalan macet, pembeli susah berhenti dan dagangan kami banyak yang tidak laku,” kata Rahmat kepada wartawan di lokasi, Jumat (6/3/2026).
Seorang pedagang perempuan bahkan menegur langsung para peserta aksi dengan nada emosional. Ia mengingatkan bahwa para mahasiswa terdahulu pun berdemo di waktu yang tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
“Adek-adek, kok kalian demonya sore. Kami dulu juga mahasiswa, tapi demo pagi-pagi. Ini sore-sore saat kami jualan, mau ngapain,” ujarnya dengan nada kesal karena jalan menuju tempat jualannya ikut terdampak kemacetan.
Seorang pedagang lainnya melontarkan keluhan serupa. “Mengganggu lah buk, sudah setengah lima gak laku-laku dagangan kami. Lihatlah, masih banyak dagangan kami belum terjual. Biasanya ramai orang mencari takjil di Jalan WR Soepratman, tapi gara-gara demo jadi sepi,” ujarnya.
Pedagang tersebut juga menyebut bahwa aksi yang memblokir jalan tanpa pemberitahuan sebelumnya membuat mereka tidak sempat mempersiapkan diri.
