SERUJI.CO.ID – Pada sesi I perdagangan Selasa, 21 April 2026, saham PT LCK Global Kedaton Tbk berkode LCKM melesat 34,48 persen ke level Rp156 dengan nilai transaksi mencapai Rp18,37 miliar. Kenaikan dramatis ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih belum stabil pasca tekanan geopolitik.
Tapi ada yang janggal: di balik lonjakan harga yang memukau ini, tersimpan sejumlah catatan merah dalam laporan keuangan yang baru saja dirilis pada pertengahan April 2026, terlambat berbulan-bulan dari jadwal seharusnya. Mari bedah tuntas.
📡 Profil PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM)
PT LCK Global Kedaton Tbk didirikan dan pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018. Berkantor di Gedung Graha Mampang, Lantai 5 Suite 8, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan, perseroan bergerak di bidang jasa penunjang telekomunikasi yang mencakup pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS), pemasangan dan komisioning perangkat telekomunikasi, serta pengembangan jaringan fiber optik.
Dalam bidang BTS, LCKM mengerjakan proyek SACME (Site Acquisition, Civil, Mechanical, Electrical), yaitu proses lengkap dari akuisisi lahan, konstruksi sipil, pemasangan mekanikal-elektrikal, hingga komisioning dan pengujian menara BTS.
Di segmen fiber optik, LCKM mengembangkan jaringan FTTH (Fiber-to-the-Home) dan backbone telekomunikasi di berbagai daerah. Mitra kerja utama LCKM mencakup operator besar seperti Telkomsel dan Tower Bersama Group, serta entitas BUMN seperti Perindo.
Ekspansi geografis LCKM selama 2024 menjangkau wilayah-wilayah baru: Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, dan Sumatera bagian tengah-selatan, kawasan dengan penetrasi jaringan rendah namun pertumbuhan ekonomi cepat. Perseroan juga berambisi menjadi Internet Service Provider (ISP) di daerah-daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) melalui model FTTH.
👥 Struktur Pemegang Saham LCKM
Berdasarkan data KSEI per 27 Februari 2026, berikut susunan pemegang saham PT LCK Global Kedaton Tbk yang memiliki kepemilikan di atas 1 persen:
| No | Nama Pemegang Saham | Tipe / Asal | Jumlah Saham | % |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT LCK Investama Prima Indonesia | Pengendali – Indonesia | 627.808.000 | 62,78% |
| 2 | PT Maju Mekar Makmur | Pengendali – Indonesia | 201.821.400 | 20,18% |
| 3 | Lim Chin Kim | Individu – Malaysia | 47.392.700 | 4,74% |
| 4 | PT Majumas | Pengendali – Indonesia | 42.815.900 | 4,28% |
| 5 | Masyarakat / Publik | Publik | — | 8,02% |
| TOTAL | 100,00% | |||
PT LCK Investama Prima Indonesia menguasai 62,78% saham, menjadikannya pengendali dominan. Total kepemilikan pengendali mencapai lebih dari 87%.
Float publik hanya 8,02%. Yang menarik dan perlu dicermati, Dato’ Lim Chin Kim selaku Komisaris Utama juga menjadi pemegang saham individu (4,74%), dan beliau adalah warga negara Malaysia yang mendirikan LCK Group, konglomerat properti dan konstruksi Malaysia.
