Kilang Pertamina Untung atau Buntung Dapat Pasokan Listrik PLN ?

Oleh: Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) dan pengamat energi.

SERUJI.CO.ID – Kebijakan Pertamina akan merubah suplai listrik dari “steam generator ” milik Pertamina di kilang Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap dan kilang Balikpapan dangan suplai listrik PLN sungguh harus dipertanyakan dasar kajiannya.

Walaupun menurut keterangan Direktur Pengolahan Pertamina Budi Syarif bahwa Pertamina akan mendapat keuntungan sebesar Rp2,79 triliun pertahunnya, dengan kerjama tersebut. Tentu kalau benar terjadi, maka ini bisa sebuah lompatan efisiensi yang besar di Pertamina.

Pernyataan itu disampaikan Budi syarif setelah menanda tangani MoU (Memorandum of Understanding) antara Pertamina dengan PLN yang diwakili oleh Direktur Perencanaan Korporat Syofvi Felienty Roekman di Jakarta hari Jumat 3 Agustus 2018 yang lalu.

Sebagai informasi saja bahwa selama ini kilang Pertamina membutuhkan pasokan listrik sebesar 60 s/d 75 MW untuk setiap kilangnya, dan rata rata ada 6 “steam generator” milik Pertamina di setiap kilang dengan kapasitas masing masing 20 MW.

Kalau untuk pemakaian listrik kebutuhan infrastruktur penunjang kilang tentu tidak masalah, seperti untuk kantor dan kompleks perumahan Pertamina di area kilang, tentu boleh dan bisa disubstitusi memakai listrik dari PLN .

Akan tetapi kalau untuk operasional kilang tidaklah sesederhana itu.

Karena listrik untuk kilang adalah listrik kualitas tinggi, dimana frekwensinya harus dijaga benar benar stabil, baik terkait frekwensi maupun Voltasenya. Kalau listrik PLN pada saat beban puncak (jam 17.00-21.00), saat konsumen mulai menyalakan lampu malam hari serta TV dan sebagainya, maka listrik PLN biasanya karena beban puncak mendadak naik, frekwensi akan turun, demikian juga voltasenya. Sehingga banyak rumah rumah tangga yg mampu secara mandiri memasang alat stabilizer voltase. Karena kalau tidak memasang stavolt (stabilizer voltase) maka peralatan elektroniknya akan cepat rusak karena naik turunnya Voltase dan Frekwensi tersebut .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi