close

Arie Untung Unggah Video Dukungan Non Muslim Bagi Reuni 212, Begini Reaksi Warganet

Aksi damai dari dua tahun lalu hingga tahun 2018 menimbulkan banyak reaksi, juga termasuk dari saudara non Islam. Apa saja reaksinya?

SERUJI.CO.ID – Masih ingat dengan aksi damai 411 tahun 2016 lalu? Sebuah mobil Toyota Alphard dengan pernak pernik bunga yang menghiasi, nampak masuk menuju Gereja Kathedral.

Rupanya dalam mobil tersebut ada pasangan yang hendak melangsungkan pemberkatan pernikahan. Mereka adalah Andreas Gunawan dan Wiwi Margaretta.

Dikatakan sang mempelai wanita, Wiwi, awalnya ia dan suami sempat ragu untuk meneruskan pernikahan mereka. Namun dengan keyakinan, rombongan iring-iringan pernikahan bersikeras untuk menerobos masa dan melangsungkan pernikahan.

 

Menariknya, saat mengetahui rombongan pengantin akan memasuki gereja, aksi masa justru memberikan jalan.

“Puji Tuhan semua berjalan lancar, tadi juga dibantu tim dari kepolisian, masa juga banyak membantu. Bahkan ada yang membantu saya, mengingatkan agar gaun saya diangkat. Tidak ada yang menyulitkan sama sekali justru membantu,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Kutipan wawancara tersebut diambil dari akun instagram @ariekuntung. Tak hanya menampilkan video kelancaran pernikahan Wiwi dan Andreas. Arie juga menunjukan kumpulan video dukungan dari saudara non Islam, termasuk yang memberikan dukungan terhadap reuni 212 yang berlangsung kemarin.

View this post on Instagram

BERSAUDARA WALAU BERBEDA PANDANGAN DAN KEYAKINAN . Mkn ga nemu ini di bbrp media ini Dapet video dr tmn2, kerukunan umat beragama sudah mulai harmonis, bahkan ternyata banyak saudara non muslim yg menjadi saksi di reuni monas selama ini lho, silahkan geser utk lihat ya . Bahkan turut hadir beberapa tokoh tionghoa spt Ho Kiat, Yap Hong Gie, Martin, Chen Yi Jing alias Chandra Suwono, Sangap Surbakti, Eki Lenon dan sebagainya. . Ga sabar kan pengen damai lagi? Kangen ga sih bersaudara berangkulan hidup berdampingan seperti beberapa taun yg lalu? yuk Stop saling hujat dan menyakiti Beda tetep beda, ga mesti harus sama Dari pada musuhan jauh lebih baik kerja sama . Paling pas saat ini adalah . BERSANDING bukan BERTANDING . #masyaallahtabarakallah #yukrangkulan #respect

A post shared by Arie Untung (@ariekuntung) on

Hal seperti ini juga terjadi pada tahun 2017 lalu. Ketika aksi masa mengantarkan pasangan pengantin, untuk melakukan pemberkatan di gereja. Tak hanya itu, dalam video juga terlihat dua wanita keturunan Tionghoa non Islam turut memberi tanggapan terhadap aksi damai.

“Agama Islam itu biarpun mayoritas tetap toleransinya tinggi. Oleh karena itu saya berani hadir dan mengimbau teman-teman saya nggak usah takut. Toleransinya kentara banget di Islam, saya berada di sini juga tidak dipersekusi, saya nyaman, gitu loh, jadi inilah Indonesia,” tukasnya.

Dalam video yang diunggah Ari, nampak pula petinggi Tionghoa hadir mendukung aksi 212. Tak hanya itu, hingga slide video terakhir ditampilkan orang asing dan saudara non Islam lain yang berucap mendukung aksi damai ini.

Dalam video tersebut akhirnya menimbulkan reaksi dari warganet. Ada yang mendukung, ada pula yang menyayangkan mengapa justru umat Islam yang tidak mendukung aksi tersebut.

@namira658 : Dan sedihnya yang kebanyakan nyinyir itu malah saudara kita sesama muslim. Update foto reuni kemarin dinyinyirin “Iiiihh ngapain sih ikut2 kaya gitu an. Ga ada faedahnya

@thebijak : Apapun darahmu, rasmu, warna kulitmu kita adalah Indonesia. Acara kemarin membuktikan sehebat apapun hambatan dan rintangan mereka hadir dalam persamaan ataupun perbedaan.

@nadinediana_8 : Menurut pendapat saya sebenarnya masyarakat kita, lingkungan disekitar kita itu malah saling support dan aman2 saja, akhir2 ini justru yang menjadi ricuh dll itu hanya karena power dari sosial media saja yang terkadang melebih lebihkan dan terkesan membuat semakin riuh dan menyulut emosi… banyak berita negatif daripada yang positifnya (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERPOPULER

TERBARU

Samuel Wattimena: Kain Tenun Khas Bima Disukai Turis Mancanegara

Desainer yang pernah bersama wartawan SERUJI dipercaya jadi juri Festival Film Usmar Ismail di Jakarta ini menuturkan bahwa Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta ia terus mempromosikan tenun Bima.

Semarakan HUT Kota Kendari di Bulan Mei, Nissa Sabyan Akan Hibur Para Penggemar

Dihubungi SERUJI pertelepon, Rabu (10/4) pagi, gadis kelahiran Lumajang, Jatim, 19 tahun silam ini mengaku banyak sohib di Sulawesi Tenggara, khususnya di kawasan Kota Kendari.

Dari 2015 Terus Naik Peringkat, Indonesia Ditetapkan Sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia 2019

Indonesia tercatat mengalami peningkatan secara berjenjang dari ranking 6 di tahun 2015, ranking 4 di tahun 2016, ranking 3 di tahun 2017, ranking 2 di ranking 2018, akhirnya Indonesia menduduki peringkat 1 GMTI di tahun 2019.

DC Segera Buat Sekuel ‘Shazam!’

'Shazam!' cukup mendapat pujian karena ceritanya yang ringan dan menyentuh hati penonton yang lebih muda.

Dua Ekor Gajah TSI Cisarua Hibur Pengunjung ‘Bogor Fest 2019’

TSI menurunkan gajah untuk pengalungan bunga kepada bupati dan duta besar

Pemakaian Tabir Surya Melindungi Wajah Dari Paparan Sinar Matahari

Saat memakai tabir surya dan pelembab, area sekitar mata sering terlupakan, terutama dekat hidung