Pedagang Buku Itu Menjadi Manusia Terkaya dalam Sejarah Modern

Catatan Perjalanan Denny JA

SERUJI.CO.ID – Bagaimanakah kisahnya? Seorang pedagang buku akhirnya menjelma menjadi orang terkaya dalam sejarah modern? Apakah inovasi yang ia kerjakan juga mengubah wajah peradaban?

Bukankah di tahun 1994, Jeff Bezos memulai Amazon hanya dari sebuah garasi rumah kontrakan sangat sederhana? Ia membungkus buku pesanan itu sendiri. Kadang ia sendiri pula yang mengantarkan buku itu ke kantor pos agar sampai pada konsumen.

Di tahun 2018, 24 tahun kemudian, Ia sekarang melompat menjadi orang pertama yang kekayaannya melampaui 100 billion USD. Forbes menyebut: The First Centi Billion Person in Modern History.

Pertanyaan ini saya renungkan di atas pesawat. Perjalanan udara selama 8 jam dari Dubai ke London, Juli 2019, terlalu panjang.

Sejak tahun 2010, di atas pesawat saya selalu ditemani banyak buku. Namun ini bukan buku fisik biasa. Ini e-book di kindle, produk dari si pedagang buku itu. Sejak tahun 2010, saya menjadi pelanggan Amazon.

Produk Amazon itu mengubah tradisi buku. Yang saya bawa ke dalam pesawat tak hanya sepuluh buku. Saya bawa serta sebuah perpustakaan berisi ratusan buku. Bahkan lebih dari seribu buku.

Itu tak perlu koper yang besar. Lebih dari seribu buku itu bisa disimpan dalam aplikasi Kindle, dan lainnya, di handphone. Dan perpustakaan buku itu hanya sebesar genggaman tangan saja.

Jeff Bezos menjadi besar karena ia tak hanya pedagang buku. Ia seorang inovator yang tak hanya mengubah dunia buku. Bezos pun meluas menyentuh begitu banyak produk lain, di luar buku.

Ia menjadi terkaya karena ia paling pandai memaksimalkan sisi komersial peradaban yang berubah. Ialah peradaban digital. Peradaban shopping online. Peradaban “Internet of Things”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER