Survei LSI: Sandiaga Membawa Dampak Positif Terhadap Elektabilitas Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang mereka lakukan dari tanggal 12-19 Agustus yang diberi judul “Pilpres 2019, Siapa Unggul? Pertarungan Pilpres di Enam Kantong Suara”.

Enam kantung suara yang disurvei tersebut adalah; pemilih muslim, non muslim, masyarakat ekonomi rendah (wong cilik), perempuan (emak-emak), kaum terpelajar, dan milenial (pemilih pemula).

Baca juga: Survei LSI: Jokowi-KH Ma’ruf Unggul 2 Digit di Pemilih Muslim dan Emak-Emak

Dalam survei yang melibatkan 1200 responden tersebut, calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno memberikan dampak positif dalam meningkatkan elektabilitas calon Presiden (capres) Prabowo Subianto.

Pada ketogori pemilih perempuan atau yang saat ini sering disebut emak-emak, Sandiaga memberi kontribusi peningkatan elektabilitas pada Prabowo 4,8 persen. Dimana dari 50 persen responden emak-emak dalam survei ini yang sebelumnya memberikan dukungan pada Prabowo sebesar 25,2 persen, meningkat jadi 30,0 persen jika Sandiaga menjadi cawapres.

Pemilih perempuan atau emak-emak makin banyak memilih Prabowo jika Sandiaga Uno cawapresnya.

Baca juga: Survei LSI: Berbeda dengan Sandiaga, KH Ma’ruf Malah Mengurangi Elektabilitas Jokowi

Pada pemilih pemula, yang berusia 19 tahun dan dibawahnya, atau yang dikenal dengan sebutan pemilih milenial, Sandiaga juga menyumbang elektabilitas kepada Prabowo dari 34,2 persen menjadi 39,5 persen.

Sementara untuk kalangan terpelajar, yaitu pemilih dengan pendidikan S1 dan diatasnya, Sandiaga menyumbang elektabilitas kepada Prabowo dari 37,4 persen menjadi 44,5 persen.

Cawapres Sandiaga memberikan kontribusi positif bagi elektabilitas capres Prabowo dari pemilih terpelajar.

Survei LSI Denny JA ini diadakan dari tanggal 12-19 Agustus dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ± 2.9 %. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner terhadap 1200 orang.

Sandiaga membawa dampak positif bagi elektabilitas Prabowo dari pemilih milenial.

(ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER