Survei LSI: Berbeda dengan Sandiaga, KH Ma’ruf Malah Mengurangi Elektabilitas Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang mereka lakukan dari tanggal 12-19 Agustus yang diberi judul “Pilpres 2019, Siapa Unggul? Pertarungan Pilpres di Enam Kantong Suara”.

Enam kantung suara yang disurvei tersebut adalah; pemilih muslim, non muslim, masyarakat ekonomi rendah (wong cilik), perempuan (emak-emak), kaum terpelajar, dan milenial (pemilih pemula).

Dalam survei yang menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ± 2.9 % tersebut, terlihat pengaruh calon Wakil Presiden (cawapres) terhadap elektabilitas calon Presiden (capres).

Elektabilitas Jokowi sebesar 53,6 persen jika pemilih disodorkan pertanyaan hanya nama capres yang akan dipilih jika Pilpres berlangsung saat ini. Sementara Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 28,8 persen.

Jika Jokowi dipasangkan dengan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres, maka tingkat keterpilihan Jokowi malah menjadi turun, tinggal 52,20 persen.

Baca juga: Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf Unggul 2 Digit Tinggalkan Prabowo-Sandi

Sebaliknya dalam survei wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner terhadap 1200 orang ini, jika Prabowo dipasangkan dengan cawapresnya Sandiaga Uno, malah menaikkan elektabilitasnya menjadi 29,50 persen.

Hasil survei LSI Denny JA, elektabilitas capres tanpa cawapres.

Survei yang dilengkap dengan Focus Group Discussion (FGD), Analisis Media dan Indepth Interview ini, juga memperlihatkan kantong-kantong pemilih yang berhasil dimenangkan oleh pasangan capres-cawapres.

Jokowi-KH Ma’ruf memenangkan 5 dari 6 kantong pemilih. Sementara Prabowo-Sandiaga hanya memenangkan satu kantong, yaitu di pemilih kaum terpelajar saja.

Hasil survei LSI Denny JA, elektabilitas capres dengan cawapres dibandingkan dengan tanpa cawapres.

(ARif R/Hrn)

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close