Sejuta Perasaan dan Fakta Setelah Menyaksikan Film G30S/PKI

0
837
gatot nurmatyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo perintahkan pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya, saat berziarah di Makam Bung Karno, Blitar, pada Senin, 18/9/2017. (Foto: Istimewa)

Oleh: Asyari Usman

Alhamdulillah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan dukungannya terhadap imbauan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada rakyat agar tidak melupakan sejarah kelam bangsa dan negara yang terjadi di tahun 1965. Presiden ikut nonton bareng (nobar) film G30S/PKI di markas Korem Bogor.

Di mana-mana rakyat menghadiri nobar film Pengkhianatan G30S/PKI, baik yang diprakarsai oleh jajaran TNI maupun yang dilaksanakan oleh warga masyarakat secara swadaya.

Imbauan Jenderal Gatot sungguh sangat tepat. Meskipun sudah lebih setengah abad yang lalu peristiwa itu terjadi, setelah menonton film G30S/PKI itu melalui TVOne (satu-satu stasiun televisi yang bisa memahami bahaya komunisme-PKI), terasa peristiwa pemberontakan PKI yang dipimpin Letkol Untung itu belum begitu lama terjadi. Kepedihan yang dialami keluarga para jenderal yang dibunuh secara biadab oleh PKI, masih terasa sangat memilukan hati.

Asyari Usman.

Sungguh tidak bisa dimengerti mengapa politisi PDIP, Ibu Eva Sundari, mengatakan bahwa ajakan nobar dari Jenderal Gatot dikatakannya bisa memecah belah TNI. Alhamdulillah, tidak ada sedikit pun pertanda perpecahan di tubuh TNI seperti yang dikatakan oleh Bu Eva. Sehingga, banyak orang yang malah balik merasakan bahwa pernyataan Bu Eva itu seolah-olah merefleksikan keinginan beliau agar TNI menjadi pecah. Tetapi, kita tetap berbaik duga bahwa Bu Eva tidak seperti itu.

Masyarakat menunjukkan antusias mereka. Di segenap penjuru negeri. Di mana ada “layar tancap” nobar, di situ warga datang berbondong-bondong. Sekali lagi kita bersyukur bahwa rakyat selalu menginginkan agar kisah kekejaman PKI diceritakan kepada generasi penerus dengan tujuan agar tindakan yang terkutuk itu cukuplah sekali saja terjadi.

1
2
3
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...