Sandiaga: Tol Cipali Tanpa Utang, Maksudnya Tidak Pakai APBN


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjelaskan maksud pernyataannya terkait proyek Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dibangun tanpa utang. Ia mengatakan, yang dimaksud ‘tanpa utang’ adalah tidak menggunakan pembiayaan dari APBN.

“Maksudnya tidak membebani utang negara, tidak menambah utang pemerintah, atau tidak memakai APBN,” ujar Sandiaga di Kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (3/1).

Sandiaga menjelaskan, pembangunan tol sepanjang 116 km itu murni menggunakan pendanaan swasta. Pemerintah menggunakan pola kemitraan dengan badan usaha atau swasta, yakni PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

“Cipali itu murni swasta. Pemerintah hanya menyediakan kemitraannya dalam bentuk tanah. Semua keuangannya dihandle oleh swasta” jelas mantan Wakil Gubernur DKI ini.

Baca juga: Infrastruktur Tanpa Utang, Sandiaga: Saya Bangun Tol Cipali Tidak Pakai Uang Negara

Dijelaskan oleh Sandi, LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhard 55 persen, dan PT Bashkara Utama Sedaya (BUS) sebanyak 45 persen. Sementara, BUS merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Baskhara Lokabuana.

Interra Indo Resources merupakan anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) di mana Sandiaga memegang sebagian saham perusahaan tersebut. Dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), Sandiaga masih memegang saham sekitar 24%.

Sandiaga menilai, dalam pemerintahan Presiden Jokowi sistem pendanaan yang tidak memakai APBN seperti Tol Cipali tidak diprioritaskan. Oleh sebab itu, ia bersama Prabowo Subianto jika terpilih kelak akan mengutamakan sistem pendanaan pembangunan infrastruktur dengan tanpa membebani negara.

“Opsi itu tidak diutamakan untuk pemerintahan sekarang, untuk itu kelak di bawah pemerintahan Prabowo-Sandiaga kita akan utamakan sehingga lebih banyak dunia usaha yang bergerak. Karena 90 persen di ekonomi kita itu di luar pemerintah. Itu digerakkan oleh ekonomi swasta dan di luar pemerintah itu yang akan kita dorong,” ujarnya.

Baca juga: Jika Terpilih, Sandiaga Janji Ubah Kebiasaan Utang dan Impor

Sandiaga lalu mencontohkan pembangunan enam ruas tol dalam kota yang digagas Pemerintah DKI Jakarta. Ia mengatakan, proyek itu juga dibangun tanpa utang negara.

“Tol enam ruas di dalam kota juga tidak membebani utang negara itu yang kemarin digagas oleh pemerintahan DKI yang diteruskan oleh pemerintahan Anies dan saya. Itu juga nggak membebani (APBN),” pungkasnya. (SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close