Jika Terpilih, Sandiaga Janji Ubah Kebiasaan Utang dan Impor

SOLO, SERUJI.CO.ID – Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan mengganti kebiasaan lama Indonesia yang dianggapnya suka berutang dan impor. Menurut Sandi, kebiasaan buruk tersebut yang membuat ekonomi negeri ini terpuruk dan tergantung kepada asing.

“Insya Allah 2019, Prabowo Subianto dan saya jika terpilih menjadi pelayan rakyat, berjanji akan mengubah kebiasaan lama yakni kebiasaan utang dan impor,”¬†ucap Sandiaga Uno saat berdialog dengan warga dari perwakilan desa di Solo, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/12).

“Kasihan anak-anak bangsa. Dalam kondisi utang negara seperti sekarang ini, setiap bayi lahir sudah membawa beban utang Rp13 juta. 2019 akan kami cicil utang, agar negara ini bisa berdiri di kaki sendiri, bukan menyejahterakan bangsa lain dan membuat sengsara bangsa sendiri. Gemas saya,” lanjut Sandi.

Menurutnya, pelemahan ekonomi terjadi akibat impor yang meningkat. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani dan nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus diperolehnya di 950 titik yang sudah dikunjunginya sejak penetapan capres dan cawapres Agustus lalu.

“Stop menghamburkan uang untuk acara-acara seremonial, kita harus berhemat. Stop impor pangan saat petani panen, genjot produksi nasional,” tegasnya.

Sandi juga menyoroti soal pembangunan infrastruktur. Dikatakannya, infrastruktur seharusnya tidak perlu lagi menggunakan APBN, tapi pembangunan yang menggunakan private public partnership, sehingga tidak membebani anggaran negara.

Sandiaga mengatakan, pembangunan infrastruktur tanpa utang itu juga bukan hal yang baru. Ia lantas memberi contoh pembangunan tol tanpa APBN, bukan tanpa utang, yaitu Tol Cipali.

“Saya pernah turut membangun infrastruktur Jalan Tol Cipali 116 km, tidak memakai uang negara dan membebani utang untuk negara dan BUMN,” kata Sandi. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi