Infrastruktur Tanpa Utang, Sandiaga: Saya Bangun Tol Cipali Tidak Pakai Uang Negara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Cawapres nomor urut 02 pasangan capres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tanpa utang yang ia sampaikan sebelumnya adalah sangat memungkinkan.

Apalagi, kata cawapres yang juga pengusaha muda sukses ini, pembangunan infrastruktur tanpa utang itu juga bukan hal yang baru di Indonesia. Sejumlah infrastruktur sebelumnya telah dibangun tanpa menggunakan APBN.

“Saya pernah turut membangun infrastruktur jalan tol Cipali 116 km, tidak memakai uang negara dan membebani utang untuk negara dan BUMN,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (11/12).

Untuk membangun infrastruktur tanpa membebani APBN tersebut, menurut Sandiaga kuncinya adalah dengan melibatkan dunia usaha atau swasta. Hal itulah yang akan dilakukannya jika kelak terpilih di 2019.

Disampaikan Sandiaga, selain menggunakan dana swasta murni, pemerintah juga dapat mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dengan swasta dalam skema PPP (public private partnership) atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Skema PPP atau KPBU sudah ada dasar hukumnya, tetapi saat ini belum maksimal dalam implementasinya. Proyek-proyek insfrastruktur dengan skema PPP belum dioptimalkan sehingga banyak yang terlambat diputuskan,” tutur Sandiaga.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, skema PPP biasa didanai dengan system availability payment atau concession.

“Untuk memastikan tata kelola yang baik, good governance, skema ini juga bisa dilakukan dengan pola solicited atau unsolicited,” jelasnya.

Sebelumnya, kepada media di Jakarta, Sabtu (8/12), Sandiaga menyampaikan bahwa jika ia nanti terpilih dalam Pilpres 2019 maka pemerintahannya akan membangun infrastruktur tanpa utang. (ARif R)

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.