Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Ke-5 soal Surat Suara Tercoblos

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Polisi menangkap satu orang lagi yang diduga penyebar hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos. Pelaku ditangkap di Banten oleh tim Polda Metro Jaya.

“Pelaku ditangkap di Banten, nanti dipadukan secara komprehensif tangkapan dari Polda Metro dengan Bareskrim, akan kita kembangkan lagi. Yang di Polda Metro Jaya ini sebagai buzzer-nya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Polisi masih menggali keterangan pelaku soal ada-tidaknya peran sebagai pembuat hoaks surat suara tercoblos. Penangkapan pelaku akan dirilis Polda Metro Jaya hari ini.

“Tidak menutup kemungkinan apakah peran dia juga sama dengan tersangka BBP, selain buzzer juga sebagai creator. Hari ini nanti dari Polda Metro akan merilis,” kata Dedi.

Polisi sebelumnya menetapkan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat dan penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Bagus mem-posting narasi, melakukan perekaman, lalu menyebarkan hoaks yang dibuatnya itu di akun Twitter-nya dan WhatsApp Group yang diikutinya.

Baca juga: Pembuat dan Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos Jadi Tersangka

Sebelum menangkap Bagus, polisi juga telah menetapkan tiga orang berinisial J, HY, dan LS sebagai tersangka penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

LS dan HY ditangkap terpisah di Balikpapan dan Bogor, pada Jumat (4/1). Sedangkan J ditangkap di Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (7/1). (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.