Kemendikbud: OSN Bertujuan Meratakan Kualitas Pendidikan

MANADO, SERUJI.CO.ID – Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Ditjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Purwadi, mengatakan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bertujuan melakukan pemerataan kualitas pendidikan.

“OSN itu tidak hanya mencari anak-anak yang berprestasi tetapi juga bertujuan melakukan pemerataan pendidikan,” ujar Purwadi di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (2/7).

Pelaksanaan OSN XVIIII berlangsung di Manado pada 30 Juni–6 Juli 2019. Olimpiade itu mempertandingkan sembilan mata pelajaran yakni Matematika, Fisika, Kimia, Informatika atau Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Bidang Geografi. OSN 2019 diikuti sebanyak 685 sekolah dari seluruh Tanah Air.

Purwadi menambahkan seleksi dilakukan dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, dan nasional.

“Jika siswa itu juara pada tingkat sekolah saja sudah kebanggaan luar biasa, apalagi jika siswa itu juara tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, maka akan mengangkat derajat sekolah,” katanya.
​​​​
Menurutnya, OSN harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh sekolah, baik sekolah bagus dan juga sekolah biasa.

Purwadi menyebutkan anak-anak brilian tidak hanya dari sekolah bagus saja, tetapi juga banyak dari sekolah biasa saja sehingga semua sekolah harus diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti OSN.

Dengan cara seperti itu, maka sekolah akan berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Gurunya akan merasa bertanggung jawab menjadikan anak-anaknya juara.

“Gurunya juga akan bangga, jika anaknya atau siswanya juara tingkat kabupaten, provinsi kemudian nasional. Juga perlu diingat bahwa yang ikut olimpiade internasional itu juga banyak anak-anak dari daerah,” kata Purwadi.

Purwadi menyebut sekolah bagus banyak, tapi belum tentu siswanya bermutu. Ia menambahkan OSN ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan ditambah lagi dengan sistem zonasi yang membantu memeratakan kualitas pendidikan.

“Hal ini akan kita benahi, nanti ada redistribusi guru. Terutama sekolah negeri. Guru di sekolah bagus dipindah ke sekolah biasa, sehingga sekolah biasa juga akan jadi bagus. Sehingga kualitasnya setara.”

Pemerataan itu dilakukan secara bertahap dan tidak bisa terjadi dalam waktu satu atau dua tahun, melainkan paling tidak lima tahun. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mendukung kebijakan zonasi itu karena bertujuan melakukan pemerataan pendidikan di Tanah Air.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER