dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ, dokter Spesialis Kesehatan Jiwa kelahiran Jombang 26 Agustus 1975 ini telah menghabiskan banyak waktu selama hidupnya di daerah kelahirannya Jombang, Jatim. Menempuh pendidikan dari SD sampai SMA di Jombang, dan sekarang mengabdikan ilmunya juga di Jombang. Hal ini tentu membahagiakan orang tuanya, sebab bagi orang tua domisili anak yang tak jauh dari tempat tinggalnya merupakan kebahagiaan tersendiri.

Di masa mudanya dokter lulusan FK UNAIR ini mempunyai keyakinan bahwa “Saya bisa jadi apa saja.” Dengan keyakinan ini maka ketika co-As dia hampir selalu tertarik untuk mendalami bidang spesialisasi bagian yang sedang dimasukinya. Misal ketika dia memasuki bagian neurologi maka dia ingin mendalami spesialisai neurologi, masuk bagian jantung maka ingin mendalami jantung dan seterusnya.

Dilatar belakangi pengamatannya terhadap beberapa orang di keluarganya yang terlihat gagal karena tidak bisa mengalahkan depresinya, membuatnya ingin belajar behavior science dan cognitive science, dan bagaimana merubah pikiran seorang yang depresi hingga tidak sampai menggagalkan kehidupannya. Pendidikan Program Dokter Spesialis Kesehatan Jiwalah tempatnya untuk mendalami hal tersebut.

Meskipun Psikiater yang masih aktif praktek di RSUD Jombang ini pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat co-As psikiatri (nama lain untuk ilmu kesehatan jiwa) dimana dia dua kali ditampar Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) yang kedua tangannya diolesi ludah dulu sebelum dipakai menampar, namun pengalaman buruk tersebut tidak menyurutkan cita-citanya untuk menjadi dokter Jiwa. Dan bakatnya merangkai cerita dan menganalis penderitaan orang membuatnya semakin yakin bahwa ilmunya nanti akan bermanfaat bagi sesama.

DATA PRIBADI
Nama : dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ
Suami : Muhammad Rosyid Ridlo
Anak : 3 orang

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Mojotrisno, Mojoagung, Jombang
SMPN 1 Mojoagung
SMAN 2 Jombang
Fakultas Kedokteran UNAIR
Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) program studi Psikiatri FK UNAIR

RIWAYAT PEKERJAAN
Dokter IGD RSI Jombang, Jatim
Puskesmas Selasari, Parigi, Ciamis, Jabar
Puskesmas Gambiran, Jombang
RSUD Jombang

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Jawa Timur.

 

(dr. Endang S/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER