“Berdamailah” Dengan Sakit Anda

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD,

SERUJI.CO.ID – Dalam buku “Personal Power,” yang ditulis Dr. Ibrahim Elfiky, saya baca ada suatu cerita kira-kita begini:

Seorang Raja suatu ketika melakukan sayembara yang akan memberikan hadiah  besar bagi seniman yang dapat membuat lukisan yang menggambarkan kedamaian. Banyak seniman yang mengikuti perlombaan itu,  dan memperlihatkan lukisannya. Dari banyak lukisan itu, sang Raja akhirnya hanya memilih dua lukisan.

Lukisan pertama, sebuah danau yang indah, dengan air yang tenang,  bersih, dan dikelilingi gunung yang menawan, pepohonan rimbun, hijau dan bunga-bunga yang berwarna warni, serta langit yang biru. Kabut dan awan tipis yang menyelimuti pinggang gunung menambah keindahan pemandangan  dalam lukisan itu. Gambaran beberapa burung yang sedang bercengkrama dan ikan yang berwarna-warni di permukaan danau membuat suasana danau kelihatan semakin indah dan damai.

Melihat lukisan seperti itu, para pembantu Raja banyak orang yang memperkiraan sang Raja akan memilihnya. Karena ini lah lukisan paling sempurna yang menggambarkan keindahan dan kedamaian.

Sementara itu, lukisan ke dua keadaannya sangat berbeda. Juga sebuah pegunungan, tapi yang berbatu, tandus dan kering. Awan tebal yang hitam, petir, halilintar dan badai hujan terlihat menghiasi langit di atas gunung itu. Air terjun yang besar, bergemuruh dan, sungai yang kotor menghiasi bagian lain sisi gunung yang kelihatan menambah seramnya lukisan itu.

Setiap orang yang melihat sekilas, berpendapat yang sama dengan lukisan itu, tidak ada kedamaian sama sekali di dalamnya. Akan tetapi sang Raja memandangnya lebih seksama. Dibalik air terjun dia melihat, ada sebuah semak kecil yang tumbuh di sebuah celah di dalam bebatuan. Di semak itu kelihatan seekor burung sedang membangun sarangnya. Di tengah-tengah gambaran cuaca yang buruk, gemuruh air terjun sang induk burung mendekam dan mengerami telurnya dengan tenang.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.