“Doa Gemuk” Tifatul dan “Pidato Khilafah” Laiskodat: Antara Kesahajaan dan Keangkuhan

Oleh: Asyari Usman

Pimpinan tertinggi PKS meminta maaf kepada publik atas “keteledoran” anggota MPR, Tiffatul Sembiring, ketika menyebutkan “gemukkanlah badan beliau ya Allah…” (maksudnya badan Jokowi) dalam rangkaian doa penutup sidang paripurna MPR, 16 Agustus 2017.

Permintaan maaf ini tentu sangat bagus dan menjadi teladan bagi siapa saja. Permintaan maaf bukanlah pertanda kelemahan. Ia adalah ciri kebaikan, ciri persaudaraan. Permintaan maaf merupakan pengakuan bahwa kemanusiawian selalu ada dalam diri setiap orang. Ia pertanda hati yang rendah, jiwa yang besar. Ia juga menyingkirkan kesombongan.

Permintaan maaf akan mempererat persahabatan, memperkuat silaturhahim. Ia selalu bisa mencairkan kekakuan. Di atas itu semua, permintaan amaf mengajarkan orang menjadi ikhlas.

Itulah sebabnya, permintaan maaf Presiden PKS, Shohibul Iman, terkait kontroversi yang dipicu oleh “doa gemukkan badan Jokowi” itu tidak berlebihan untuk disebut sebagai pertanda kenegarawanan orang yang mengucapkannya. Apalagi jika permintaan maaf itu bukan disampaikan setelah didesa-desak oleh masyarakat.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy