AS Berlakukan Kembali Sanksi Ekonomi Atas Iran

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Amerika Serikat, Senin (5/11), kembali memberlakukan sanksi-sanksi yang membidik sektor perminyakan, perbankan, dan transportasi Iran dan mengancam mengambil tindakan tambahan guna menghentikan “kebijakan-kebijakannya yang tak sah”.

Langkah-langkah yang dituding Iran sebagai perang ekonomi dan berjanji akan menentangnya itu merupakan bagian dari usaha lebih keras dari Presiden AS Donald Trump untuk mengekang program-program nuklir dan peluru kendali Teheran dan menghapus pengaruh Iran di Timur Tengah, terutama dukungannya terhadap kelompok-kelompok sekutunya di Suriah, Yaman, dan Libanon.

Reuters melaporkan, langkah-langkah Trump itu menyasar sumber utama penghasilan Iran -ekspor minyaknya- dan juga sektor keuangannya. Dengan demikian, 50 bank Iran dan anak-anak perusahaannya terlarang untuk melakukan transaksi dengan bank-bank asing yang memiliki akses kepada sistem keuangan AS.

Pemberlakuan kembali sanksi-sanksi itu dipicu keputusan Trump pada 8 Mei untuk mundur dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015, yang dirundingkan dengan lima kekuatan lain dunia dalam pemerintahan Presiden Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat. Perjanjian tersebut telah menyingkirkan banyak sanksi AS dan kekuatan ekonomi lain dunia dari Iran sebagai imbalan atas komitmen Teheran mengurangi program nuklirnya.

Trump mengecam perjanjian tersebut karena pembatasan waktu atas beberapa kegiatan nuklir Iran, dan juga atas kegagalannya menangani kegiatan lain Iran yang tak disukai AS.

Dengan meninggalkan perjanjian tersebut dan memberlakukan sanksi-sanksi yang telah dicabutnya serta menambah sanksi-sanksi baru, AS mempertaruhkan tekanan ekonomi itu akan memaksa Iran mengubah sikapnya dan setuju dengan perjanjian baru, yang lebih menerapkan pembatasan.

“Rezim Iran punya satu pilihan: berubah 180 derajat dari kebijakannya yang tak sah dan bertindak seperti negara normal, atau negara itu ingin melihat ekonominya hancur berantakan,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kepada wartawan.

“Kami berharap perjanjian dengan Iran dapat dibuat,” imbuhnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER