Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Oleh: Ferry Koto, pengamat kebijakan publik dan pendidikan.

SERUJI.CO.ID – Pagi tadi, saya membagikan sebuah berita yang dimuat di portal berita SERUJI ke banyak group Whats App (WA) dan media sosial. Berita tersebut berisi tentang informasi adanya lomba penulisan artikel yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang bertema “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi” (baca disini).

Saya menulis pengantar dari berita yang saya bagikan tersebut; “Silahkan, terutama bagi yang memiliki wacana soal NKRI Bersyariah. Tuangkan pikiran, tak sekedar hanya jargon, tapi bisa menggambarkan bagaimana penerapan NKRI Bersyariah tersebut.

Ini tantangan untuk mencerdaskan masyarakat, tak sekedar mengaduk-ngaduk emosi ummat. Selain tentu hadiahnya juga lumayan.

Ada yang berani terima tantangan? SERUJI memfasilitasi dengan kanal khusus untuk artikel-artikel terkait.

Monggo…”

Dengan membagikan berita tersebut, sekaligus memberitahukan adanya kanal khusus yang disiapkan SERUJI untuk menampung berbagai tulisan, saya berharap banyak pihak yang termotivasi menulis dan mengikuti lomba. Apakah yang setuju dengan “NKRI Bersyariah” ataupun tidak sependapat dengannya.

Dengan disediakannya kanal khusus untuk lomba artikel tersebut –ini murni inisiatif redaksi SERUJI, setidaknya SERUJI yang merupakan media independen, bisa memberi ruang yang adil bagi semua penulis. Tidak berpihak, dan tanpa kepentingan apapun selain untuk mencerahkan dan mencerdaskan pembaca.

—000—-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER