Singkong dan Kentang, Mana yang Lebih Baik Sebagai Makanan Pengganti Nasi?

Memiliki kadar kalori hampir sama, nyatanya singkong lebih unggul untuk disantap sebagai pengganti nasi.

SERUJI.CO.ID – Singkong dan kentang adalah dua jenis makanan alternatif pengganti nasi yang kaya akan karbohidrat kompleks, yang tidak mengandung banyak lemak. Tak hanya itu, singkong dan kentang juga sama-sama memiliki kandungan serat yang cukup.

Diantara keduanya, manakah yang lebih baik sebagai pengganti karbohidrat nasi? Mari kita bedah perbandingan jumlah kalori antara singkong dan kentang.

Dalam 100 gram kentang, mengandung sebesar 76 kalori, 17 gram karbohidrat dan 2 gram protein dan 2 gram serat. Dengan berat yang sama, singkong mengandung 112 kalori, 38 gram karbohidrat, 1,5 gram protein dan 2 gram serat.

Baca juga: Kentang Atau Jagung, Mana yang Lebih Baik Sebagai Pengganti Nasi?

Jumlah kalori dalam singkong sedikit lebih banyak ketimbang kentang. Namun jumlah protein pada kentang sedikit lebih banyak ketimbang singkong.

Baik singkong maupun kentang juga mengandung vitamin A, C dan mangan dalam jumlah cukup. Mangan berguna untuk membantu pembekuan darah, menghasilkan hormon seksual dan menguatkan tulang dan jaringan ikat.

Sulit memutuskan apa yang lebih baik sebagai pengganti nasi, singkong ataukah kentang. Karena perbandingan kalori keduanya pun hampir seimbang.

Namun jika dilihat dari Indeks Glikemik (IG) nya, kandungan IG dalam singkong lebih unggul daripada kentang. Dalam 100 gram kentang rebus, mengandung IG sekitar 78 sedangkan dengan takaran yang sama, IG singkong sekitar 55.

Semakin rendah IG suatu makanan, maka pengaruhnya terhadap peningkatan kadar gula darah semakin rendah. Maka bisa disimpulkan jika singkong lebih baik dari kentang, sebagai makanan sumber karbohidrat kompleks pengganti nasi. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy