Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Antam Tembus Rp 2,67 Juta per Gram

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Investor emas bersuka cita minggu ini. Harga emas batangan Antam mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia, menembus level Rp 2,675 juta per gram pada Kamis, 15 Januari 2026.

Lonjakan spektakuler ini seiring dengan kenaikan harga emas dunia yang meroket ke level USD 4.607,61 per troy ons pada 14 Januari 2026. Harga emas global naik signifikan 1,30% dan berhasil mencatatkan rekor baru dalam sejarah perdagangan komoditas.

“Harga emas Antam hari ini mencatat rekor tertinggi yang pernah tercatat di dalam negeri,” demikian disampaikan dalam laman resmi Logam Mulia, Kamis (15/1/2026).

Sepanjang minggu ini, harga emas Antam terus bergerak naik konsisten. Pada Senin, 12 Januari 2026, harga emas Antam melonjak Rp 29.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2,602 juta menjadi Rp 2,631 juta per gram. Kenaikan berlanjut pada Rabu dengan tambahan Rp 13.000 menjadi Rp 2,665 juta, dan puncaknya pada Kamis mencapai Rp 2,675 juta per gram.

Pada Jumat, 16 Januari 2026, harga emas Antam turun tipis Rp 6.000 menjadi Rp 2,669 juta per gram, namun masih berada di level yang sangat tinggi secara historis.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, menilai kombinasi sejumlah faktor menjadi katalis kuat bagi pergerakan emas. Data penggajian yang menunjukkan lemahnya penciptaan lapangan kerja, peningkatan ketegangan geopolitik, serta harga minyak yang cenderung lebih tinggi menjadi penyebab utama.

Tingginya ketidakpastian global serta arah kebijakan Federal Reserve yang semakin longgar juga menjadi campuran sentimen yang sangat menguntungkan bagi emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas di aplikasi Treasury bahkan melonjak ke level Rp 2,601 juta per gram pada pembukaan perdagangan Senin, naik sekitar Rp 46.000 dibandingkan harga penutupan pekan sebelumnya.

Prospek ke depan, para analis memproyeksikan harga emas masih akan terus bersinar. Metals Focus memproyeksikan harga emas berpotensi mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 5.000 per troy ons pada 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren de-dolarisasi global serta meningkatnya risiko geopolitik yang mendorong permintaan aset lindung nilai.

UBS Wealth Management bahkan memperkirakan harga emas dapat naik hingga mendekati USD 5.000 per troy ons pada akhir kuartal pertama dan bertahan di kisaran tersebut hingga musim gugur. Pada akhir tahun 2026, UBS memproyeksikan harga emas mengalami koreksi moderat ke sekitar USD 4.800 per troy ons.

Bagi investor yang membeli emas setahun lalu, keuntungan yang diperoleh sangat fantastis. Investor yang membeli emas Antam pada 14 Januari 2025 di harga Rp 1,560 juta per gram, kini meraup keuntungan hingga 61,09% atau setara Rp 1,109 juta per gram dalam waktu satu tahun.

Harga emas di Pegadaian juga ikut menguat. Emas Galeri 24 ukuran 1 gram dipatok Rp 2,692 juta, sementara emas UBS ukuran 1 gram dijual Rp 2,742 juta per gram pada Jumat, 16 Januari 2026.

Kenaikan harga emas yang konsisten ini memberikan sinyal kuat bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para ahli menyarankan investor untuk tetap mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER