Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Pengusaha muda yang sukses ini sempat jatuh bangun menjalani usaha. Kerja kerasnya akhirnya terbayar dengan apa yang ia capai saat ini.


SERUJI.CO.ID – Muda dan gigih. Dua hal itu menggambarkan siapa Hamzah Izzulhaq. Ketika teman sebaya di usia muda banyak menghabiskan waktu luang dengan bermain, Hamzah justru berdagang dan mengembangkan bisnisnya.

Di usia yang ke 25, Hamzah sudah memiliki bisnis di bidang pendidikan, yaitu Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Bintang Solusi Mandiri.

LBB itu kini telah memiliki 3 cabang dan diantaranya memiliki jumlah murid sebanyak 200 orang tiap semester. Tak heran, dalam satu bulan omzetnya kini bisa mencapai 360 juta rupiah.

Baca juga: Moh Shobiq, Pengusaha Difabel Yang Mempekerjakan Disabilitas dan Narapidana

Pemuda yang lahir di Jakarta, tahun 1993 ini mengaku menggeluti bisnis sejak kecil. Ia lupa tepatnya kapan, hanya saja awal bisnis yang dia jalani adalah menjual kelereng, dan benda-benda kesukaan anak-anak pada masa itu seperti petasan dan gambaran.

Tak hanya bisnis LBB, Hamzah juga membuka bisnis baru yakni Sofabed yang berada di daerah Tangerang. Omzet usahanya di bidang ini pun tak kalah menarik, total ratusan juta ia dapatkan sebagai omzet bulanan.

Baca juga: Pengusaha Sukses Disabilitas Ini Buktikan Bahwa Keterbatasan Bukan Alasan

Tidak akan berkembang dan maju seorang pengusaha jika belum mengalami jatuh bangun. Hamzah sempat mengalami hal itu. Saat berbisnis pulsa ketika SMA, ia terpaksa gulung tikar. Pasalnya, omzet masuk yang didapat justru dipakai oleh partner bisnisnya tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah.

Akibatnya ia tak dapat meneruskan bisnis itu dan mencoba ke jalur lain. Akhirnya dia memutuskan membeli alat pencetak pin, dengan prediksi bisnis ini akan berkembang di sekolah-sekolah. Karena saat itu banyak sekolah yang mengadakan pentas seni.

Order yang dia terima pun cukup banyak, bisnis ini mampu bertahan namun tidak lama. Lagi-lagi Hamzah menelan pil kecewa karena rugi. Kali ini kerugian datang dari dirinya sendiri karena kurang menguasai skill.

Bukan Hamzah namanya jika larut dalam kegagala. Ia pun mulai melirik bisnis kuliner. Kelas 2 SMA anak seorang dosen dan guru SMP ini mencoba berjualan makanan ringan di kantin-kantin. Berhasil, dalam satu bulan dia mendapat keuntungan yang cukup untuk ukuran anak SMA.

Saat mengikuti seminar, dia bertemu dengan teman yang kini menjadi partner bisnisnya. Temannya itulah yang menawarkan kerjasama usaha franchise LBB Bintang Solusi Mandiri. Dengan laporan keuangan salah satu cabang LBB yang ingin di take over, Hamzah memberanikan diri bergabung.

Karena modalnya cukup besar, ia pun terpaksa meminta kepada ayahnya. Namun Hamzah hanya mendapat separuh dari modal, sisanya ia bayarkan dari keuntungan setiap semester. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close