Novanto dan Ketololan Bangsa Kita

2
4808

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan

SERUJI.CO.ID – Berbagai media, baik mainstream maupun medsos, memberitakan pemburuan Setya Novanto, ketua DPR Republik Indonesia, oleh KPK. Dari mulai KPK dan polisi yang mengejar SN ke rumahnya, sampai urusan pemburuan SN. Bahkan, sebuah LSM Anti Korupsi, MAKI, mengeluarkan sayembara hadiah 10 juta rupiah untuk informasi SN di mana berada. Dan juga LSM IPW meminta polisi menembak di tempat jika Novanto melawan polisi yang hendak menangkapnya.

Hiruk pikuk soal menghilangnya Novanto ini, didominasi caci maki dan kebencian yang amat dahsyat terhadap sosok SN, yang memang dalam perkara korupsi E-KTP ini berkali kali mampu mematahkan tuduhan KPK terhadap dirinya. Bahkan, SN sudah berkali kali pula sebelumnya menghadapi perkara perkara besar, mulai dari Cessie Bank Bali, “papa minta Saham”, dan terakhir skandal E-KTP, yang merugikan negara triliunan rupiah.

Loading...

Caci maki ini telah membuyarkan beberapa substansi persoalan Novanto ini dalam perspektif berbangsa. Yang jika kita tidak sensitif, maka sesungguhnya kita tidak menyentuh persoalan sesungguhnya. Setidaknya ada 3 hal penting yang harus kita dalami dalam situasi ini.

Pertama, Novanto bukanlah penjahat dalam pengertian hitam putih. Artinya, kita sulit menempatkan diri kita sebagai alat ukur yang sah untuk menilai Novanto sebagai penjahat, seperti yang kita lakukan terhadap maling, pencuri, pembunuh, pelacur dsb.

Mengapa demikian? Karena Novanto dalam sistem sosial politik kita merupakan bagian dari sistem politik yang ada. Sistem politik ini adalah sebuah sistem yang memang permisif dan toleransi atas orang orang yang berkarakter seperti Novanto.

2 KOMENTAR

  1. Potret sebuah bangsa yg tidak mau sungguh-sungguh lepas dari krisis multidimensi yang memelihara zona kenyamanan buat sebagian orang. Doa saja tentu tidak cukup kalau tidak diikuti dengan Azzam yang KUAT untuk berlepas dari krisis.

  2. Ulasan yang mencerahkan seputar SN dan bobroknya sistem ala “SN” di negeri ini. “SN” adalah bagian dari SN. Berbuatlah sesukamu, SN; lalu tanggung sendiri akibatnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Masa Recovery, Warga Terdampak Gempa Butuh Layanan Kesehatan dan Kebersihan

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Salah satu hal yang perlu diperhatikan pasca gempa adalah kesehatan warga terdampak. PKPU Human Initiative berupaya melakukan aksi recovery salah satunya...
Jurus Bangau Sandiaga

Siap Tangani Segmen Milenial, PKS Sarankan Prabowo-Sandi Bentuk Divisi Milenial

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Besarnya pemilih pemula yang diperkirakan mencapai 40 persen pada Pemilu 2019 mendatang, menjadi perhatikan khusus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Direktur Pencapresan DPP...

Fahira: Prabowo-Sandi Harus Jadi Antitesa Jokowi untuk Menangkan Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator atau Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mengaku mendapat pesan kuat begitu besarnya keinginan rakyat untuk mengganti...
pelajar tenggelam

Ingin Tolong Teman Yang Jatuh, Seorang Pelajar Tenggelam di Sungai

ACEH TIMUR, SERUJI.CO.ID - Nasib naas menimpa Melani (15) seorang pelajar yang tenggelam saat mencuci pakaian di sungai, di Dusun Dumai, Gampong Beusa Meranoe,...

PKPU Human Initiative Bangun Sekolah Darurat di Lombok

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Sepekan pascagempa melanda Lombok Utara 5 Agustus 2018 lalu, memang sempat menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi para korban. Namun mereka tidak...
loading...