Tanggapi Surat SBY Soal Kampanye Prabowo, TKN Ajak Kader Demokrat Kampanye di GBK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf berencana mengajak kader Partai Demokrat untuk bergabung dalam Kampanye Akbar Nasional pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf yang akan diselengarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (13/4) mendatang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Nasional TKN, Arya Sinulingga menanggapi keberatan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap konsep kampanye paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi di GBK, Ahad (7/4) kemarin, yang dinilai tidak inklusif.

Arya mengatakan, Kampanye Akbar Nasional Jokowi-KH Ma’ruf akan mengusung konsep inklusif atau terbuka, sehingga diharap kader Demokrat akan banyak yang datang.

“Semoga dengan kampanye inklusif ini ada banyak massa Demokrat yang hadir, kan sesuai saran SBY. Di sini ada yang inklusif nih,” kata Arya kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/4).

Konsep Kampanye Jokowi Inklusif Menunjukkan Keberagaman Indonesia

Capres nomor urut 02, Jokowi saat kampanye terbuka di Banjarmasin, Rabu (27/3/2019). (foto:istimewa)

Politisi Perindo ini juga menjelaksan bahwa konsep kampanye inklusif yang diusung pihaknya menunjukkan keberagaman Indonesia, tidak ada agama maupun suku yang ditonjolkan.

“Semua keberagaman yang ada di Indonesia akan kami angkat, tidak ada yang mononjol. Kami hargai semua agama, suku di Indonesia,” ujarnya.

TKN Targetkan Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Akan Dihadiri Massa Lebih Besar dari Kampanye Prabowo-Sandi

Puluhan ribu massa pendukung hadir dalam kampanye terbuka calon Presiden nomor urut 01, Jokowi di Kupang, NTT, Senin (8/4/2019). (foto:istimewa)

Selain itu, Arya juga menyampaikan bahwa dalam kampanye yang nantinya berlangsung di hari terakhir Kampanye Terbuka tersebut, massa pendukung Jokowi-KH Ma’ruf yang hadir akan jauh lebih besar dari massa pendukung Prabowo-Sandi saat kampanye di GBK, Ahad (7/4).

“Kami Targetkan 300 ribu orang (akan hadir). Kalau mereka kemarin kan hanya 200 ribu orang,” katanya.

Arya juga mengklaim bahwa selama kampanye terbuka, massa pendukung Jokowi-KH Ma’ruf yang hadir jauh lebih besar dari massa yang ikut kampanye Prabowo-Sandi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER