Catatan Akhir Tahun 2017: Indonesia-China di Persimpangan Jalan

Oleh: M. Irfan Ilmie, Jurnalis

SERUJI.CO.ID – “China zaman now berbeda dengan China China zaman old,” seloroh beberapa pelajar asal Indonesia saat menghadiri acara yang digelar Kedutaan Besar RI di Beijing awal bulan ini.

Meskipun sedang menimba ilmu di negara sangat terkenal dalam pepatah Arab “Carilah ilmu walau ke negeri China” itu, mereka tetap mengikuti perkembangan media sosial di Tanah Air yang “ngetren” dengan istilah “zaman now” versus “zaman old”. Istilah itu mereka gunakan untuk menerjemahkan pemikiran Soegeng Rahardjo saat masih menjabat Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia bahwa “Jangan pandang China dari abad ke-20 karena sudah beda dengan abad ke-21”.

China abad ke-20 masih tertutup terhadap asing, termasuk investor, kecuali untuk Provinsi Guangdong, yang memang sudah lama dicanangkan oleh Deng Xiaoping sebagai satu-satunya daerah terbuka untuk mengimbangi Hong Kong di bawah pemerintahan kolonial Inggris.

Meskipun Partai Komunis masih sebagai penguasa tunggal di negara berpenduduk hampir 1,4 miliar jiwa, ekonomi China pada abad ke-21 ini justru sangat kapitalis.

“Amerika Serikat memang negara ekonomi terbesar sejak 1871, tapi posisi puncak itu sekarang sedang menghadapi ancaman dari China,” demikian cuplikan artikel Investopedia belum lama ini.

Laman media daring bermarkas di New York, AS, yang setiap bulan dikunjungi 20 juta pembaca itu meramalkan bahwa ekonomi China 1,5 kali lebih besar daripada AS pada 2030 dan 1,7 kali pada 2060. Meskipun demikian, beberapa pengamat meyakini ekonomi AS masih akan terbesar selama beberapa tahun mendatang mengingat negara berpenduduk hampir 400 juta jiwa itu memiliki pengalaman panjang dan sudah teruji.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi