“Tupai Berkuasa” Jatuh Juga

Oleh: Arnaz Firman

SERUJI.CO.ID – Para pelajar sekolah rakyat ataupun sekolah dasar pada puluhan lalu diajari sebuah peribahasa atau perumpamaan yang kalimat kurang lebih menyatakan “sehebat-hebatnya tupai melompat akhirnya akan jatuh juga”.

Pepatah yang sudah berusia puluhan tahun ini akhirnya pantas didengung-dengungkan kembali oleh masyarakat terutama karena pada hari Kamis malam (16 November 2017 seorang wakil rakyat yang bernama Setya Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas di Jakarta sehingga akhirnya dengan mudah dia ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Setya Novanto yang merupakan seorang ketua lembaga negara karena bahunya menyandang jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR disangka terlibat korupsi dalam proyek raksasa pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau KTP-el yang bernilai tidak kurang dari Rp 5,9 triliun.

Dari jumlah itu, Setya Novanto yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya disangka terlibat kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun bersama segelintir anggota DPR lainnya, serta sejumlah pengusaha.

Sang “tupai” bernama Novanto ini bahkan disangkakan oleh KPK telah melibatkan segelintir anggota keluarga terdekatnya mulai dari istri, anak hingga keponakannya .

Komisi antirasuah itu sebenarnya beberapa bulan lalu telah menetapkan dia sebagai tersangka namun karena mengajukan praperadilan di Jakarta dan akhirnya terbebas.

Sekalipun kuasa hukumnya kemudian telah menyebut-nyebut akan mengadukan Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Saut Situmorang dengan dalih menyalahgunakan jabatannya, lembaga pemberantasan korupsi ini tidak goyah.

KPK terus berusaha menyeret ketua partai politik ini dengan mencari berbagai bukti baru agar dia bisa dijerat hukum dan kemudian dimejahijaukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER