Memaknai Indonesia

0
106

Oleh: M. Kapitra Ampera, SH.,MH

Sistem pemerintahan Indonesia pada dasarnya menganut Kedaulatan Rakyat, dimana rakyat lah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam setiap kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Seperti pemikiran Jean Jaquest Rousseau yang menyatakan  bahwa Negara dibentuk oleh kemauan rakyat, dan berkewajiban mewujudkan cita-cita rakyat. Pemerintah bersama lembaga dan Institusi negara adalah sebagai pelaksana kedaulatan rakyat.

Tahun ini tepat di bulan Agustus, Republik Indonesia memasuki usia 72 Tahun kemerdekaan, usia yang cukup matang untuk mengelola suatu negara. Indonesia telah mengalami berbagai hal, baik prestasi maupun kesulitan dan tantangan, baik secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Negara Indonesia diberikan keberkahan berupa keberagaman, terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Keberagaman inilah yang menjadi wujud Pancasila sila ke-3 yakni Persatuan Indonesia, sebagaimana semboyan bangsa “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu. Persatuan dan kerukunan dalam keberagaman inilah yang diharapkan dapan mewujudkan cita-cita bangsa.

Usia dewasa untuk sebuah Negara ternyata belum dapat mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Dewasa ini berbagai macam permasalahan serta tantangan menghadapi pemerintahan saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Perekonomian masyarakat masih belum mencapai kesejahteraan, tingkat kemiskinan yang tinggi ditambah dengan naiknya harga barang, seperti kebutuhan pokok, bahan bakar, dan tarif listrik yang makin meningkat menjadi figure kesengsaraan rakyat yang menyebabkan kemiskinan.

Tingkat kemiskinan semakin tinggi juga disebabkan banyaknya pengangguran. Kurangnya lapangan kerja menjadi “PR” prioritas yang harus segera diatasi. Bagaimana Negara ini akan maju jika rakyatnya belum mandiri dalam mengurus dirinya sendiri. Pemerintah harus lebih peka dalam menfasilitasi penggunaan tenaga kerja dalam negeri dan mengawasi penggunaan tenaga kerja asing di berbagai sektor baik pemerintahan maupun swasta.

Sarana dan fasilitas pendidikan yang baik harus tersebar secara merata baik dikota maupun di daerah-daerah terpencil, pulau-pulau terluar, dan wilayah perbatasan. Pendidikan merupakan bibit yang akan melahirkan para ahli-ahli yang ilmu dan keterampilannya akan berguna bagi masa depan bangsa.  SDM Indonesia harus mampu bersaing dalam kompetisi Global, oleh karenanya Ilmu dan keterampilan masyarakat harus baik secara merata.

Fenomena lainnya yang menjadi tantangan bagi negara adalah Penegakan Hukum. Begitu banyaknya permasalahan hukum yang terjadi dan menyita perhatian dan energi masyarakat. Kasus korupsi yang melibatkan Pejabat Negara, Kekerasan yang dilakukan terhadap tokoh-tohoh, sampai pada dugaan kriminalisasi terhadap para ulama. Menjadi tantangan bagi para institusi penegak hukum untuk melaksanakan penegakan hukumnya secara adil dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena penegakan hukum yang benar adalah untuk mensejahterakan rakyat, yaitu dengan cara menghukum pihak bersalah untuk mengembalikan hak-hak mereka yang dirugikan, dan/atau menghukum orang yang bersalah agar dapat bertanggungjawab atas kesalahannya.

Yang harus pula menjadi perhatian penting bagi pemerintah adalah bagaimana negara ini berjalan dengan tentram dan kondusif. Pemerintah harus benar-benar bertindak dan bekerja sesuai dengan kebutuhan rakyat agar dicintai oleh rakyat. Pemerintah yang dicintai rakyat akan dimuliakan oleh rakyat. Namun yang terjadi saat, kebijakan-kebijakan pemerintah mendapat protes dari masyarakat. Seperti contohnya penerbitan Perpres No.2 Tahun 2017 Tentang perubahan Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Masyarakat yang dinilai tidak pada waktunya/tidak dalam kondisi yang urgent, serta substansinya yang dirasa mengebiri hak-hak masyarakat dan menciderai kepastian hukum dan keadilan.

Disamping itu, perwujudan cita-cita bangsa ini tidak hanya dengan mempertahankan dan mencintai bunyi Pancasila dan UUD 1945, namun juga mewujudkan substansi dan makna dari Ideologi dan Dasar Negara tersebut sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu perlindungan, kesejahteraan, mencerdaskan bangsa, dan perdamaian, dan keadilan.

Prestasi-prestasi yang didapat pada pemerintahan kali ini juga harus diapresiasi. Terutama tentang percepatan pembangunan Infrastruktur di Indonesia bagian timur yang menjadi salah satu gerakan dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.  Yang menjadi persoalan adalah konsentrasi pemerintah pada pembangunan di Indonesia bagian timur, jangan sampai melalaikan dari peningkatan kesejahteraan di daerah lainnya. Pemerintah harus mencari cara dan mengelola sumber daya Indonesia yang begitu kaya, untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat secara serentak dan bersama-sama. Rakyat akan siap berjuang bersama untuk mencapai cita-cita bangsa, asalkan pemerintah dapat dipercaya.

Negara ini harus dikelola bersama-sama seluruh elemen masyarakat, dengan cara terbukanya dialog, transparansi kerja, dan akuntabilitas. Ditambah lagi dengan komando dari pemimpin yang dicintai rakyatnya, yang melaporkan secara terbuka kinerja kepada pemilik kedaulatan negara (rakyat). Government of the people, by the people, for the people (Abraham Lincoln). Maka, 260 Juta rakyat Indonesia akan menggali potensi, kemampuan, kerja keras, dan supportnya terhadap kinerja Pemerintah, baik Pemerintah pusat sampai dengan Pemerintah Desa.

Bahwa, yang terpenting bagi pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini adalah bagaimana pemerintahan saat ini dapat berjalan dengan optimal ke arah yang lebih baik. Tidak mudah tentunya membawa bangsa yang masih berkembang ini menjadi Negara yang maju dan sejahtera. Namun, dengan ikut sertanya seluruh elemen masyarakat untuk berjuang mengatasi kemiskinan, menjadi manusia yang cerdas dan sehat jasmani serta rohani, maka hal tersebut tentunya dapat dicapai dengan lebih mudah. Pada intinya yang diinginkan oleh rakyat adalah kebahagiaan, memiliki Pemimpin yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang memuliakan dan mendukung pemimpinnya. Itulah pintu gerbang menuju Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur . Aime ton peuple, glorifie tes dirigeants. Merdeka !!!. (KA/HA)

*Penulis adalah Tim Advokasi GNPF-MUI Pusat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama