Tanggapi Hasil Survei LSI, Sandiaga: Survei Internal Justru Tunjukkan Kami Mengejar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan bahwa saat ini hasil survei internal menyatakan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga terus mengejar pasangan nomor urut 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Survei kami baru saja dirilis kepada tim karena survei kami internal dan tak pernah kami publikasikan, karena ini bagian dari strategi, menunjukan kami mengejar,” kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).

Hal tersebut menanggapi hasil survei yang dipublikasikan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menyebutkan kasus dugaan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet memiliki efek elektoral, yakni kenaikan sentimen positif bagi Jokowi, menaikan sentimen negatif bagi Prabowo-Sandiaga.

Sebanyak 25 persen responden menyatakan bahwa kasus dugaan hoaks itu membuat mereka lebih mendukung Jokowi. Sedangkan 17,9 persen responden menyatakan bahwa kasus itu membuat mereka lebih tidak mendukung Prabowo.

Baca juga: Survei LSI: Kasus Hoaks Ratna Turunkan Sedikit Elektabilitas Prabowo dan Naikkan Jokowi

“Boleh dicek deh survei LSI dibandingkan survei internal kami, saat pilkada di DKI dan pilkada lain. Saya tidak mau membanding-bandingkan, tapi saya terima kasih kepada LSI tetapi data kami tidak menunjukan seperti itu,” kata Sandiaga.

Namun dia sepakat bahwa hoaks harus diperangi. Saat kasus Ratna Sarumpaet, tim Prabowo-Sandiaga yang terkecoh.

“Namun berdasarkan data analisis yang kami miliki bahwa masyarakat simpati kepada Prabowo-Sandi, karena punya rasa iba punya rasa kepedulian yang tinggi, apalagi ini dilakukan kepada perempuan,” kata Sandiaga.

Baca juga: Optimis Raih 60 Persen Suara di Kandang PDIP, Begini Alasan Timses Prabowo-Sandi

Dengan memberikan perlindungan kepada perempuan, justru data yang dimiliki Prabowo-Sandiaga terkait hal ini, menunjukan masyarakat memberikan dukungan.

“Oleh ‘big data’, justru simpatiknya semakin tinggi dan kami belajar banyak dari kejadian tersebut. Sekarang kita melangkah fokus kembali di bidang ekonomi,” kata mantan Wagub DKI Jakarta itu.

Menurut Sandiaga, isu ekonomi ini sempat tidak tersentuh karena pada saat itu sibuk mengurusi kasus tersebut. (Ant/SU01)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close