Islam dan Demokrasi di Indonesia

0
149

“Kita tidak boleh merusak demokrasi dengan kesombongan dan keserakahan. Kita harus menjaga dan menjalankan demokrasi dengan  kebijaksanaan. Hilangkan kepentingan individu dan kelompok tertentu karena  itu awal rusaknya kita sebagai saudara dan hidup sebagai sebuah bangsa dan negara”

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Hadir sebagai raksasa Asia yang memiliki berbagai kekayaaan yang di minati semua negara di dunia.
Sebagai negara berkembang, bangsa ini tidak surut dari polemik kebangsaan. Berbagai meomentum dari masa Orde Lama, Orde Baru hingga reformasi terus bermunculan. Dinamika inilah yang seharudnya menjadikan Indonesia semakin mapan dan maju sebagai raksasa Asia.

Secara historis Indonesia terlahir bukan atas pemberian penjajah layaknya Malaysia. Indonesia lahir dari rahim darah para syuhada dan negarawan sejati yang sadar akan perannya untuk membebaskan diri dari imprealisme dan kapitalisme. Narasi sejarah itulah yang patut diteladani dan dipelajari oleh para generasinya.

Dengan penduduk yang mayoritas menganut agama Islam, Indonesia tidak terlepas dari dusta dan penghianatan. Banyaknya permasalahan bangsa ini yang disangkutpautkan dengan perilaku para politisi muslim seperti korupsi, terorisme, kekusaan,  kemiskinan, pengangguran, keadilan, kesenjangan sosial, pendidikan dan lain-lain, yang dahulu hingga saat ini tak kunjung terselesaikan. Inilah tanggung jawab kita semua. Bukan menyudutkan Islam sebagai akar masalah, karena bukti sejarah Islam hadir sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagi permasalahan walaupun realitasnya Islam selalu dirusak oleh perilaku adu domba pihak tertentu dan umatnya yang lalai

“Jika perilaku politisi muslim itu khianat dan rakus, maka jangan salahkan Islam, karena itu perilakunya sendiri sebagi manusia, bukan Islam sebagai ajaran dan panutan”

Islam sebagai agama tidak lantas terpisahkan dari negara. Islam mengajarkan pada umatnya untuk berbangsa dan bernegara, menjaga dan merawat perbedaan, memajukan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat.

Kehadiran Islam.di Indonesia menjadi solusi kemajuan bangsa dan negara.  Adapun para perilaku politisi muslim yang berkhianat terhadap amanat rakyat dan merusak tatanan bernegara bukanlah ajaran Islam, karena Islam.mengajarkan untuk memaslahatkan umat. Mengemban amanat bukan untuk merusak dan mengkhianatinya.

Islam bukanlah agama yang cinta kekerasaan seperti yg diisukan. Islam adalah agama perdamaian yang dahulu hingga saat ini tak pernah berubah ajarannya sebagai panutan kehidupan manusia.

Seiring dengan perkembangan ideologi dunia, Islam di Indonesia mengalami berbagai rintangan yang cukup berat dalam dinamika berdemokrasi. Kita mengetahui bahwa demokrasi secara hakikat bukanlah kekuasaan semata, yang pekerjaannya hanya meraih, dan meruntuhkan kekuasaan. Sungguh kerdil dan tidak bijak jika masih ada yang berperilaku demikian.

Tetapi realitasnya kita menghadapi hal tersebut tatkala pemilihan umum (pemilu), dimana banyak kelompok berbondong-bondong saling serang menyerang, tuduh menuduh dengan isu-isu buruk karena berdalih atas nama kebenaran dan demokrasi. Inilah potret modernisasi demokrasi yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan, yang merusak moral dan hukum yang berlaku. Meretakkan persatuan dan kesatuan bangsa. secara etika dan estetika. Hal diatas bukanlah pendidikan politik yang baik dan teladan bagi masyarakat.

Islam dan demokrasi di Indonesia telah menjadi perbincangan semua kalangan masyarakat. Banyaknya permasalahan agama dan demokrasi yang muncul bersamaan menjadikan masyarakat memahami sesungguhnya kerusakan demokrasi Indonesia  bukanlah karena agama tetapi diakibatkan kerakusan, kesombongan individu, ataupun kelompok tertentu yang melupakan tata krama, sopan santun berdemokrasi.

Islam bangkit menyatukan kekuatan dengan nurani bukan emosi. Islam bersatu dalam shaf salat bukan karena kiai tapi karena iman yang tinggi. Suara jutaan umat bukanlah suara kebencian dan pertentangan tapi suara perlawanan menuntut keadilan. Berdiri dan bergerak bersama untuk menjaga bangsa dan negara dari kebinasaan dan ketidak percayaan umatnya.

“Kita tidak boleh merusak demokrasi dengan kesombongan dan keserakahan. Kita harus menjaga dan menjalankan demokrasi dengan  kebijaksanaan. Hilangkan kepentingan individu dan kelompok tertentu, karena  itu awal rusaknya kita sebagai saudara dan hidup sebagai sebuah bangsa dan negara”

Dalam UUD 1945 yang dikenal sebagai konsitusi negara, hukum tertinggi negara menegaskan bahwa setiap warga negara di jamin haknya oleh negara baik secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya tanpa melihat golongan, ras, budaya, ataupun agama tertentu. Dengan demikian, setiap warga negara memiliki hak berdemokrasi (mencalonkan ataupun memilih pemimpin) sesuai agamanya, budayanya, maupun rasnya.

Saya bangga sebagai muslim, sebagai warga Indonesia, mencintai pilar kebangsaan sebagai sebuah nilai yang manusiawi dan sebagai pedoman negarawan sejati.(*)

Penulis adalah Vice President AMSA (Asian Muslim Students Association)

Komentar

BACA JUGA

Bhayangkara FC Yakin Dengan Kemampuan Tim Mereka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 Bhayangkara FC merasa yakin dengan kemampuan tim yang dianggap dapat melalui jadwal padat di kompetisi sepanjang...

DPR Sudah Terima Usulan Calon Gubernur BI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan DPR RI sudah menerima surat dari Presiden Joko Widodo perihal usulan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023. Anggota Komisi XI DPR...

Kasus Pencabulan Siswa, Sekolah Dinilai Tidak Peka Terhadap Aduan Orang Tua Korban

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kasus pencabulan pada siswa yang terjadi di sekolah swasta di Surabaya, sebenarnya bisa diatasi sejak awal jika pihak sekolah peka terhadap...

Polda Metro Akan Periksa Elvy Sukaesih Pada Senin Depan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berencana memeriksa pedangdut senior Elvy Sukaesih terkait dugaan penyalahgunaan narkoba putrinya, Dhawiya Zaida, pada...
Febri Diansyah

KPK Periksa Tujuh Saksi Kasus Bupati Kebumen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tujuh saksi dalam penyidikan terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen...
loading...
DANUR

‘Metamorfosis UPK PPK-PNPM Mandiri Perdesaan menjadi BUMDesa Bersama’

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) merupakan bentukan Pemerintah Pusat melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak Zaman Presiden Habiebie (1998) Program Padat Karya yang bertujuan memberdayakan...

Mahasiswa Siap Amankan Pilkada Jatim

Surabaya - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur mengajak mahasiswa di wilayah itu menyukseskan Pilkada damai melalui sebuah acara yang dikemas "cangkrukan" di Mapolda...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...