Survei LSI: Walau Naik 2,1 Persen, Elektabilitas Demokrat Masih di Urutan Buncit dari 5 Partai Besar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Demokrat mengalami kenaikan tingkat keterpilihan atau elektabilitas cukup tinggi menjelang hari pecoblosan Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April mendatang.

Dalam rilis hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang diterima SERUJI, Rabu (20/2), terlihat elektabilitas partai ini pada Januari 2019 naik sebesar 2,1 persen menjadi 5,4 persen, dibanding survei di bulan Desember 2018 yang masih di 3,3 persen.

Namun, walau elektabilitasnya naik cukup tinggi, Partai yang dipimpin Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini masih tak beranjak dari posisi paling buncit dari lima partai besar yang ada.

Demokrat dalam survei LSI Denny JA yang dilakukan pada Januari 2019 ini, berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki elektabilitas sebesar 8,2 persen.

Pada pemilu 2014, Demokrat berada di urutan ke-4, di bawah Partai Gerindra (3), Golkar (2) dan PDI Perjuangan (1), dengan peroleh suara sebanyak 12.728.913 suara atau 10,9 persen.

Survei yang dilakukan LSI Denny JA pada 18-25 Januari 2019 tersebut melibatkan 1200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling dengan Margin of error sebesar 2,8 persen.

Dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, yakni mencapai 18,4 persen.

Berikut elektabilitas dari 5 Partai Besar pada Pemilu 2019;

Survei LSI Denny JA pada Januari 2019: PDI Perjuangan turun, Gerindra naik.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.