Survei LSI: Elektabilitas Gerindra Makin Cemerlang, Pepet PDI Perjuangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Gerindra makin menunjukkan kecemerlangannya menjelang hari pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Dari survei terakhir yang dilakukan lembaga survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, terlihat tingkat keterpilihan atau elektabilitas partai ini meningkat.

Dalam rilis hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang diterima SERUJI, Rabu (20/2), terlihat elektabilitas partai yang dipimpin capres nomor urut 02, Prabowo Subianto ini, pada Januari 2019 naik menjadi 14,6 persen dibanding survei di bulan Desember 2018 yang masih di 12,9 persen.

Hal sebaliknya terjadi pada PDI Perjuangan. Jika pada survei Desember 2018 unggul di 27,7 persen, maka survei kali ini turun sebesar 4 persen menjadi 23,7 persen.

Dengan meningkatnya elektabilitas Gerindra dan diikuti turunnya elektabilitas PDI Perjuangan, maka selisih elektabilitas kedua partai ini makin menipis, tinggal berjarak satu digit di 9,1 persen, dibanding survei Desember dengan jarak dua digit di 14,8 persen.

Survei yang dilakukan LSI Denny JA pada 18-25 Januari 2019 tersebut melibatkan 1200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling dengan Margin of error sebesar 2,8 persen.

Dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, yakni mencapai 18,4 persen.

Berikut elektabilitas dari 5 Partai Besar pada Pemilu 2019;

Survei LSI Denny JA pada Januari 2019: PDI Perjuangan turun, Gerindra naik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.