Perwakilan “Aksi Bela Tauhid 211” Diterima Menko Polhukam

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Massa “Aksi Bela Tauhid 211” gagal melakukan aksi ke Istana Merdeka, karena dihadang aparat keamanan dan dipasangnya kawat berduri di jalan menuju Istana Merdeka. Saat ini massa berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (2/11).

Sementara itu, sebanyak sepuluh orang perwakilan massa di terima Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam.

Baca juga: Kawat Berduri Hadang Puluhan Ribu Massa “Aksi Bela Tauhid” Yang Hendak ke Istana

Sepuluh orang perwakilan yang diterima oleh Wiranto sekitar pukul 14.45 WIB itu, yakni Jubir Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, Habib Hanif, Ust Asep Syarifuddin, KH Nasir Zein, Ust Awit Masyuri, Egi Sujana, Ust Maman S, Abah Ra’ud, dan Ibu Nurdiyati.

Dalam menerima perwakilan massa itu, Wiranto didampingi oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Sesmenko Polhukam Letjen TNI Agus Surya Bakti dan jajaran Kemenko Polhukam lainnya.

Saat ini, perwakilan aksi bela Tauhid tengah melaksanakan Shalat Ashar bersama jajaran Kemenko Polhukam.

Di halaman depan kantor Kemenko Polhukam aparat kepolisian dari Brimob berjaga-jaga. Tak hanya itu, kendaraan taktis milik Polri, salah satunya water cannon juga standby di depan kantor Kemenko Polhukam. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER