Kawat Berduri Hadang Puluhan Ribu Massa “Aksi Bela Tauhid 211” Yang Hendak ke Istana

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Puluhan ribu massa “Aksi Bela Tauhid 211” yang hendak ke Istana Merdeka menyampaikan aspirasianya tidak dapat melanjutkan perjalanannya karena terhalang kawat berduri yang dipasang kepolisian di dua ruas jalan depan Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat.

Selain terhalang kawat berduri, massa juga dihadang tiga lapis pagar betis dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan dan menghalangi massa agar tidak melanjutkan pawai ke depan Istana Merdeka.

Massa tersebut berasal dari massa yang sebelumnya melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, serta massa aksi dari lokasi lain di Jakarta dan sekitar yang berniat ke Istana Merdeka.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam gerakan “Aksi Bela Tauhid 211”, Slamet Maarif menyampaikan bahwa tujuan dari aksi yang dilakukan tersebut adalah ingin menyampaikan dua tuntutan.

Pertama, kata Slamet, pemerintah harus mengakui bahwa bendera yang dibakar saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, adalah bendera tauhid.

“Kedua, meminta aparat penegak hukum menindak aktor intelektual insiden tersebut,” kata Slamet kepada media, di Jakarta, Jumat (2/11).

Hingga berita ini ditulis, massa aksi terus berdatangan dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan, yang mengarah ke Istana Merdeka. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy