KPU: Masyarakat Salah Persepsi Terkait Orang Gila Boleh Nyoblos


BANGKA TENGAH, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengatakan sebagian warga salah persepsi terkait orang gila yang diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

“Sebagian warga salah persepsi, bukan orang gila yang dimaksud dibolehkan nyoblos atau memilih, tetapi warga yang mengalami gangguan mental,” kata anggota KPU Bangka Tengah Marhaendra di Koba, Senin (14/1).

Mahendra menjelaskan, pihak KPU tidak pernah membolehkan orang gila menggunakan hak suaranya dalam pemilu, melainkan mereka yang mengalami disabilitas.

“Disabilitas itu banyak kategori, ada yang cacat fisik dan ada yang terjadi gangguan mental namun bukan diartikan orang sakit jiwa,” ujar Mahendra.

Baca juga: KPU Garut Siapkan TPS Ramah Disabilitas

Ia mengatakan, warga disabilitas memiliki hak suara dan tentu saja ada perlakuan khusus untuk mereka, serta disediakan alat bantu untuk bisa menggunakan hak suara.

“Terkait gangguan mental, tentu harus ada surat keterangan dari dokter dan surat keterangan dari pihak keluarga bahwa yang bersangkutan bisa datang ke TPS menggunakan hak suaranya,” ujarnya.

Bukan dalam artian orang gila di rumah sakit jiwa atau orang gila sepanjang jalan lalu didata dan dipaksa menggunakan hak suaranya.

“Kalau warga yang demikian, jangankan menggunakan hak suara di TPS, muncul di TPS saja mungkin sudah diamankan dulu,” pungkasnya. (Ant/SU05)

20 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close