Berbagai Aksi Penggalangan Dana Untuk Muslim Rohingya

JAKARTA – Nestapa masyarakat Muslim etnis Rohingya yang terusir dari tempat tinggal mereka di negara bagian Rakhine, Myanmar, akibat kekerasan dan pembantaian yang mereka alami, mengundang simpati internasional, termasuk Indonesia.

Salah satu simpati itu dilakukan melalui upaya penggalangan dana, selain doa, unjuk rasa, aksi solidaritas, dan tekanan moral dari berbagai elemen masyarakat serta diplomasi yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia kepada pemerintah Myanmar.

Penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah dan di berbagai tempat, seperti tempat-tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan di jalan-jalan.

Sepanjang Jumat (8/9), misalnya, sekitar 2.000 pelajar Lajnah Pendidikan dan Pengajaran (LPP) Al Irsyad Al Islamiyyah, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar doa bersama serta penggalangan dana di Alun-Alun Kota Purwokerto untuk muslim Rohingya. Mereka pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, dari kelompok bermain, taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, termasuk siswa “boarding school” serta melibatkan guru dan wali murid. Pada bulan Desember tahun lalu mereka juga melakukan penggalangan dana di sekolah dan sekarang di jalan dan pusat kota.

Pada hari yang sama, siswa SMA Muhammadiyah Kabupaten Temanggung, Jateng, melakukan penggalangan dana, selain melakukan shalat Gaib serta mengaji dan doa bersama di sekolah mereka. Dari aksi para siswa dan guru serta karyawan sekolah tersebut terkumpul dana Rp2.403.000,00, kemudian mereka sampaikan kepada pengurus Muhammadiyah setempat, selanjutnya diserahkan ke Lazismu (LAZIZ Muhammadiyah) Pusat untuk disalurkan kepada masyarakat Rohingya.

Pengurus badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggalang dana dari warga setempat selama 45 hari, mulai 8 September hingga 22 Oktober mendatang. Sekitar 50 pengurus dari masing-masing badan otonom NU ditugaskan menggalang dana setiap hari di 12 lokasi strategis, seperti Pasar Anom Baru, Pasar Bangkal Baru, dan kantor organisasi perangkat daerah setempat.

Hasil penggalangan dana akan disalurkan melalui Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIZ) NU.

Lazizmu Kalimantan Tengah, sejak Selasa (5/9) juga melakukan penggalangan dana sampai waktu yang belum ditentukan. Hingga Kamis (7/9), telah terkumpul Rp33 juta. Kelak seluruh donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada Lazismu Pusat untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat Rohingya.

NU, Muhammadiyah, bersama ormas-ormas lain serta Kementerian Luar Negeri telah membentuk Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myamar (AKIM) yang berkomitmen membantu penanganan masalah konflik dan kemanusiaan melalui pendekatan “humanitarian development”.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER