Pemerintah Republik Indonesia segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh, seperti tenda, makanan dan minuman, serta pakaian dan perlengkapan lainnya. Bangladesh mengapresiasi dukungan Indonesia untuk penanganan masalah pengungsi. Lebih dari 120.000 warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi juga meminta pemerintah dan otoritas keamanan Myanmar untuk membuka akses masuk bagi pemberian bantuan kemanusiaan untuk mengatasi krisis di Rakhine. Akses bantuan kemanusiaan di Rakhine harus dibuka, khususnya bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat Indonesia yang berniat dan siap membantu.
AKIM di akhir bulan lalu bersama Menlu Retno meluncurkan program Bantuan Kemanusiaan untuk Komunitas yang Berkelanjutan (HASCO) bagi masyarakat di Rakhine. Bantuan kemanusiaan sejumlah dua juta dolar AS yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia tersebut, akan disalurkan dalam program-program sosial selama 2 tahun dengan empat fokus, yakni pendidikan, kesehatan, mata pencaharian, dan pemulihan pascakonflik.
Bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan oleh 11 organisasi kemasyarakatan anggota AKIM menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di Myanmar.
Ketua Pelaksana AKIM Muhamad Ali Yusuf menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan otoritas di Rakhine untuk mengurus izin akses pemberian bantuan, sementara untuk pelaksanaan program akan dibantu oleh LSM setempat.
Indonesia telah membantu pembangunan empat sekolah senilai satu juta dolar AS untuk komunitas Muslim dan Buddha di Rakhine yang diresmikan pada 2014, menyalurkan 10 kontainer berisi makanan dan pakaian yang diluncurkan oleh Presiden RI pada Desember 2016, serta pembangunan dua sekolah di Sittwe, Rakhine, yang diresmikan pada bulan Januari 2017.
Selanjutnya, Indonesia juga akan membangun sebuah rumah sakit di Rakhine State yang diinisiasi oleh Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat). Proses perizinan dan rancang bangun rumah sakit Indonesia tersebut telah rampung sehingga pembangunannya segera dilaksanakan pada bulan Oktober 2017.
Semoga dengan penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan pemerintah Republik Indonesia ini dapat mengurangi penderitaan masyarakat Rohingya dan membuka mata serta hati pemerintah Myanmar untuk memperlakukan mereka secara manusiawi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (Ant/SU02)
