JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gugurnya tiga prajurit TNI dalam dua insiden berbeda di Lebanon Selatan menuai simpati dan duka cita dari berbagai negara serta lembaga internasional.
Hingga Selasa siang (31 Maret 2026), setidaknya empat negara dan lembaga resmi telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemerintah dan keluarga prajurit Garuda UNIFIL yang gugur.Daftar
Simpati dan Duka Cita Internasional:
Italia
Markas Besar Angkatan Bersenjata Italia (Stato Maggiore della Difesa) melalui Jenderal Luciano Portolano menyampaikan duka cita langsung kepada KSAD Jenderal Agus Subiyanto. “Atas nama Angkatan Bersenjata Italia, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga peacekeeper Indonesia,” tulisnya.
Australia
Menteri Luar Negeri Australia Senator Penny Wong menyatakan duka cita dan mengecam keras pembunuhan tiga personel Indonesia. Australia juga mendukung investigasi penuh yang dilakukan UNIFIL.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal António Guterres dan Kepala Peacekeeping Operations Jean-Pierre Lacroix secara resmi menyampaikan belasungkawa. UNIFIL menyatakan “deepest condolences” kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia.
Iran
Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya para peacekeeper Indonesia.
Kronologi
Insiden pertama (29 Maret): Praka Farizal Rhomadhon gugur + 3 luka. Insiden kedua (30 Maret): Dua prajurit TNI tewas + dua luka di konvoi logistik dekat Bani Hayyan.
Total: 3 tewas dan 5 luka dari kontingen Garuda UNIFIL.
Hingga saat ini, Mabes TNI dan Kemenlu RI belum merilis identitas lengkap dua prajurit yang gugur pada insiden kedua. Proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.
Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar UNIFIL dengan lebih dari 1.000 prajurit. Serangan beruntun ini menjadi perhatian dunia karena menyasar pasukan perdamaian PBB yang sedang menjaga gencatan senjata di Lebanon Selatan.
UNIFIL terus melakukan investigasi menyeluruh terhadap kedua insiden yang disebabkan ledakan “of unknown origin”.
Sumber: Pernyataan resmi SM Difesa Italia, Kemenhan Australia, UNIFIL, Kemhan RI, dan Reuters.
