Rekapitulasi Surabaya Selesai 20 Kecamatan, Jokowi Masih Unggul 70,84 Persen

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya hingga Ahad (5/5) siang telah menyelesaikan 20 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada di Kota Surabaya.

Dari rekapitulasi yang telah selesai tersebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf masih unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Jokowi Unggul Telak 70,84 Persen, Prabowo 19,16 Persen

Hasil rekapitulasi sementara KPU Surabaya untuk 20 kecamatan di Kota Surabaya, Ahad (5/5/2019).

Hingga 20 kecamatan diselesaikan rekapitulasinya, Jokowi-KH Ma’ruf unggul cukup telak dengan meraih dukungan 597.944 suara, atau 70,84 persen dari total keseluruhan suara sah yang berjumlah 844.097 suara.

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat dukungan sebanyak 246.153 suara, atau 29,16% persen dari suara sah sementara.

Jokowi Unggul Telak di Seluruh Kecamatan Yang Selesai Rekapitulasi

Hasil rekapitulasi sementara KPU Surabaya untuk 20 kecamatan di Kota Surabaya, Ahad (5/5/2019).

Kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf di 20 Kecamatan di Kota Surabaya menang dengan selisih cukup telak dari Prabowo-Sandiaga Uno.

Tidak jauh berbeda dari 15 Kecamatan sebelumnya, di lima Kecamatan yang baru selesai rekapitulasi sampai Ahad (5/5) ini, Jokowi-KH Ma’ruf juga unggul dengan selisih 2 digit, yakni diatas 65 persen.

Di Kecamatan Rungkut dengan jumlah pemilih termasuk besar di Kota Surabaya, Jokowi-KH Ma’ruf mampu meraih dukungan 46.802 suara atau 71,13 persen dari 65.797 suara sah di Pilpres 2019. Sementara Prabowo-Sandiaga hanya meraih dukungan 18.995 suara (28,87%).

Hasil rekapitulasi sementara KPU Surabaya untuk 20 kecamatan di Kota Surabaya, Ahad (5/5/2019).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.